Jateng News

Terlambat Apel Pagi, Puluhan PNS Dilarang Masuk

Puluhan PNS Dilarang Masuk
TIDAK DISIPLIN – Puluhan PNS dari Dinkes dan Dinpertan harus menunggu di luar pagar karena tidak hadir tepat waktu.
ADITYA/RADARMAS

PURBALINGGA – Ada yang menarik saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM dan Sekda Purbalingga Wahyu Kontardi SH di Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian, Senin (10/7) pagi.

Terlihat belasan pegawai negeri sipil (PNS) berdiri dan duduk-duduk di trotoar, yang berada di dua kantor tersebut.

Mereka tak bisa masuk ke dalam halaman kantor, yang saat itu sedang dilangsungkan apel pagi yang dipimpin langsung oleh bupati. Sebab, gerbang dua kantor yang berdiri bersebelahan ditutup dan dijaga oleh anggota Satpol PP.

Para PNS tak bisa masuk ke kantor, karena terlambat hadir tepat waktu. Apalagi saat itu bupati dan rombongan sudah hadir sekitar pukul 07.15 WIB dan langsung menggelar apel pagi. “Saya datang sebelum pukul 07.30 WIB, tapi saat datang pintu sudah ditutup. Sehingga saya tak bisa masuk,” ujar salah satu PNS di Kantor Dinkes.

Dari hasil pendataan yang dilakukan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D), Dinkes yang mempunyai ASN sebanyak 104 orang, bupati mendapati ketidakhadiran sebanyak 24 orang. Dikarenakan dinas luar ada 10 orang, 1 orang cuti, 4 orang izin, 3 orang lepas piket, 3 orang sakit, 2 orang tugas belajar, dan 1 orang tanpa keterangan.

Sementara yang hadir 80 orang dengan rincian, 53 orang apel tepat waktu, 24 orang terlambat, dan 3 orang dinas dalam.

Sementara di Dinpertan tidak hadir 6 orang, dengan rincian 2 orang dinas dalam, 1 orang izin, dan 3 orang lepas piket. Untuk kehadiran sebanyak 77 orang dengan rincian 57 orang apel tepat waktu, 14 orang terlambat dan 6 orang dinas dalam.

Sementara itu, bupati mengatakan, kedisiplinan akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan rule of the low, rule of the track, dan rule of the game. Apabila kedisiplinan para ASN-nya kurang, akan merugikan negara yang telah memberikan gaji serta berbagai tunjangan lainnya.

Kurang disiplinnya ASN akan berpengaruh kepada berkurangya tugas pokok dan fungsi ASN dalam mengemban amanat yang diterimanya dari negara.

“Semestinya tidak ada alasan ASN untuk tidak disiplin, karena ASN telah digaji dan juga diberikan tamsil yang akan ditingkatkan secara berkala. Pengabdi negara harus menghargai semua peraturan yang telah ditentukan,” tuturnya.

Bupati menegaskan kepada semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan pembinaan lebih lanjut terkait dengan kedisiplinan dan kepatuhan ASN di Kabupaten Purbalingga. Pembinaan bisa terkait dengan teguran lisan, teguran tertulis serta pertimbangan penilaian DP3 bagi ASN.

“Disiplin ASN hukumnya wajib. Jangan melihat siapa pimpinannya, tapi sebagai bentuk pertangungjawaban kepada nusa bangsa dan masyarakat, yang lebih penting lagi pertanggungjawaban kepada Allah SWT,” tegasnya. (tya/sus)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *