Batang Pariwisata

Libur Lebaran, PAD Wisata Naik 11%

BATANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata di Kabupaten Batang selama libur lebaran 2017, mengalami peningkatan sebanyak 11%. Hal ini terlihat selama libur lebaran kemarin, tercatat sekitar 45.577 orang mengunjungi objek wisata di Kabupaten Batang.

“Angka tersebut tercatat selama libur lebaran di dua obyek wisata saja, yakni Pantai Sigandu dan Ujung Negoro. Sedang tempat wisata lain, seperti Pantai Celong, Pantai Jodo, THR Kramat, Kolam renang Bandar dan Pagilaran belum termasuk didalamnya. Mungkin kalau ditotal, bisa ratusan ribu orang yang mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Batang ini,” ungkap Rasmuji, Kabid Destinasi dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Rabu (12/7).

Ia merincikan, dalam kurun waktu selama libur lebaran, Pantai Sigandu dikunjungi sekitar 29.128 wisatawan. Sedang, untuk Pantai Ujung Negoro dikunjungi sekitar 16.449 wisatawan. “Pengunjung masih didominasi warga lokal Batang. Meski begitu, ada juga warga dari luar kota, yang mudik ke kampung halaman menyempatkan mampir ke tempat wisata di Batang,” ucapnya.

Dari banyaknya wisatawan tersebut, tentu berdampak pada retribusi karcis yang meningkat. Tercatat, sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata selama libur lebaran kemarin mencapai sekitar Rp391.708.250 juta. “Tahun ini mengalami peningkatan sedikit, sekitar 11% Dibanding tahun lalu, hanya pada kisaran Rp200 juta sekian saja,” tambah Rasmuji.

Rinciannya, Pantai Sigandu menyumbang Rp161 juta, Pantai Ujungnegoro Rp84.441.000, Pantai Celong Rp2.640.000, Pantai Jodo Rp2.530.000, THR Kramat Rp13.734.250, dan Kolam Renang Bandar Rp59.248.000. Sedang untuk wisata Pagilaran dan Sangubanyu belum di data oleh Dinas Pariwisata setempat.

“Sebenarnya, potensi objek wisata di Kabupaten Batang sangat banyak. Namun, hanya sebagian yang dikelola Pemda secara penuh. Selebihnya dikelola oleh pihak Swasta atau warga setempat. Terlebih, saat ini sudah ada Dana Desa yang bisa digunakan untuk mengembangkan wanawisata yang ada di pedesaan,” papar Rasmuji.

Ke depan, lanjut Rasmuji, pihaknya akan koordinasi dengan pengelola obyek wisata yang belum memberi kontribusi ke Pemda. Sehingga, dapat menambah PAD di sektor pariwisata. “Sebab, adanya tempat wisata juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya untuk membuka usaha. Sehingga dapat membantu mengurangi angka kemiskinan,” tandasnya. (AP6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *