Batang News Pariwisata

Industri dan Wisata jadi Prioritas, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Wihaji dan Manajemen Radar Pekalongan
OBROLAN RINGAN – Bupati Wihaji bersama Wabup Suyono melakukan obrolan ringan saat menerima manajemen Radar Pekalongan, kemarin, di kantor bupati.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Bupati Batang, H Wihaji SAg MPd, menegaskan visi kepemimpinannya untuk menjadikan pembangunan industri dan wisata sebagai prioritas. Dua sektor itu dinilai strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah yang dinilai masih rendah.

Pengembangan industri itu bisa direalisasikan melalui kebijakan yang mendorong masuknya investasi. Karena itu, sejak masa kampanye Wihaji menjanjikan untuk mendatangkan 100 investor baru ke Kabupaten Batang. Asupan investasi sebanyak itu diharapkan mampu membuka 10.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Perkembangan industri jelas akan efektif memacu pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Batang punya segala potensi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan industri. Kalau lapangan kerja meningkat, penghasilan masyarakat meningkat, daya beli juga meningkat, pertumbuhan ekonomi otomatis naik,” ungkapnya menerima manajemen Radar Pekalongan di kantor bupati, Rabu (26/7).

Sayangnya, lanjut Wihaji, kebijakan tata ruang yang ada selama ini kurang memberi ruang bagi pertumbuhan industri di Kabupaten Batang. Dari ribuan hektar lahan yang tersedia bagi peruntukan industry, realisasinya baru sekitar 600 ha. Karena itu, melalui revisi Perda Nomor 7 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang, Pemkab mentargetkan bisa mengalokasikan 3.500 ha untuk industri baru.

“Dengan revisi RTRW ini, paling tidak kita bisa mengembangan peruntukan industri, belum pada tahap kawasan industri karena tentu butuh lahan yang luas,” ucap alumnus Magister Pendidikan UNJ itu.

Ihwal bagaimana cara menarik investor ke Kabupaten Batang, sejumlah langkah pun tengah dibentangkan. Pertama, pembangunan infrastruktur dengan fokus awal membenahi wajah kota. Kedua, daya magnet megaproyek PLTU pun akan ‘dijual’ ke para investor.

“Ini proyek ketenagalistrikan terbesar di Asia Tenggara, pastilah menyedot minat para investor untuk berinvestasi di Batang. Proyek ini harus ‘dijual’ agar bisa menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat Batang,” terang Wihaji.

Selain industri, Pemkab Batang di bawah kepemimpinan Wihaji-Suyono juga akan mengembangkan sektor pariwisata. Potensinya pun dinilai sangat menggiurkan menyusul corak geografis yang terbilang komplit, dari pesisir, daratan, sampai pegunungan. Pengembangan wisata bahkan direncanakan berkonsep desa wisata.

“Pariwisata, terutama jika dikembangkan di basis desa, tentu akan efektif menggerakan ekonomi riil. Multiplier effectnya akan sangat luar biasa. Sebuah obyek wisata bisa menghidupi desa, pedagang sampai pengelolaan parkir. Nanti program ini juga akan terkait dengan program prioritas lain, yakni smarth village. Kalau dua sektor ini saja bisa kita seriusi, insya Allah efeknya akan luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi. Maka mohon doanya agar Saya dengan Pak Suyono bisa mewujudkan program ini,” jelasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *