Featured Kajen

Bambu “Disulap” jadi Miniatur Kapal dan Rumah

Miniatur Kapal dari Bambu
HASIL KARYA – Ali Kasdono, perajin bambu asal Desa Bebel, Wonokerto, Pekalongan saat menunjukkan hasil karyanya di rumah produksinya, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Hasil Karya Ali Kasdono Asal Bebel, Wonokerto

Ali Kasdono (39), warga asal Desa Bebel, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan memiliki hobi yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Pria ini sangat hobi membuat pernak-pernik dari bambu. Seperti apa? Hadian, Wonokerto

Hobi Ali Kasdono ternyata membuahkan pundi-pundi rupiah. Dari tangan kreatifnya ini, mampu menghasilkan kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai seni namun juga nilai ekonomis.

Dari tangan Ali Kasdono inilah, bambu yang memang banyak ditemui di Kabupaten Pekalongan disulap menjadi sebuah kerajinan yang unik dan menarik, seperti miniatur kapal, rumah dan souvenir lainnya. Ternyata hasil karyanya ini cukup digemari masyarakat luar daerah, hingga luar negeri.

Ali bercerita bahwa kegemarannya ini dimulai saat merasakan banyak waktu luang yang dimilikinya. Terutama saat tengah berada di pelayaran Taiwan. Dari situ ia mulai membuat kerajinan berbahan baku bambu tersebut. “Saat tengah berada di pelayaran, terpikir untuk membuat kerajinan. Terlintaslah bikin miniatur kapal dengan bahan bambu,” jelas Ali, kemarin.

Ketika selesai membuat sebuah miniatur, datang tetangganya yang membeli hasil kerajinan miniatur rumahnya itu. Sejak saat itu Ali mulai berpikir bahwa kegemarannya ini bisa memiliki nilai jual. Sehingga dia mulai berani memperkenalkan produk kerajinan miniatur rumah hasil tangannya ke banyak orang. Melalui dari media sosial, maupun lewat interaksi langsung yang menjalar dari mulut ke mulut. Perlahan Ali berhasil mengirimkan produk kerajinannya ke berbagai daerah di Indonesia.

Sudah lebih dari 50 kerajinan miniatur, mulai dari miniatur kapal hingga rumah mini buatannya terjual dan mendapatkan tanggapan kepuasan dari para pembelinya. “Sampai saat ini sih sudah lima puluhan yang terjual,” ujarnya.

Tanggapan positi ini membuat Ali semakin bersemangat untuk membuat lebih banyak lagi. Kini ia juga menerima pemesanan miniatur kapal, rumah, serta souvenir sesuai dengan kemauan pemesan.

Ali menuturkan bahwa harga untuk sebuah kerajinan miniatur rumah bisa berbagai macam, mulai 300 ribu rupiah, hingga jutaan rupiah. Harga itu bergantung pada tingkat kesulitan miniatur yang dikerjakannya.

Waktu pengerjaan biasanya memakan waktu paling cepat satu bulan hari kerja dan paling lama hingga 3 bulan waktu kerja. Oleh karenanya pemesan butuh untuk memahami waktu pengerjaan serta tingkat kesulitan miniatur yang diinginkannya.

Para pemesan maupun pembeli kerajinan miniatur miliknya ini rata-rata menggunakannya sebagai koleksi. Dengan bentuk rumah yang berbagai macam. “Tentu seorang kolektor akan sangat menyukai untuk koleksinya. Dan tidak ada satupun produk kerajinan saya yang bisa sama persis, karena dibangun melalui kerajinan tangan,” kata Ali. (*)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017