Featured Kendal

Kepalkan Tangan, Belasan Anak Punk Menangis cium Bendera

Cium Bendera
MENANGIS – Satu persatu belasan anak punk kepalkan tangan dan melekatkan pada dada mencium bendera Merah Putih dengan meneteskan air mata.
NUR KHOLID MS

Melihat Petugas Gabungan Gelar Razia Tribun Tranmas

Razia tribun tranmas dilakukan di beberapa titik. Alhasil belasan anak punk terjaring dan mereka dibina. Seperti apa? NUR KHOLID MS, Kendal

Giat razia Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat (Tribun Tranmas) dilakukan petugas gabungan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Satpoldamkar) Kendal bersama dengan Dinas Sosial Kendal. Sasarannya anak punk. Razia dilakukan beberapa tempat yang selama ini kerapkali dijadikan mangkal, seperti halte dan lampu merah yang berada di jalan pantura Kendal. Alhasil, Rabu (9/8) pagi, petugas menjaring sebanyak 11 anak punk yang tengah mangkal di tiga titik lampu merah di jalur pantura Kendal.

Mereka diangkut ke dalam truk Satpol PP dan Damkar dan dibawa ke Kantor Satpol PP dan Damkar di Jalan Soekarno-Hatta No 169 Kendal. Usai didata, 11 anak punk dibina dan diberikan pengetahuan wawasan kebangsaan. Hal itu untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Dengan mengepalkan tangan kanan dan meletakannya pada dada bagian kiri, belasan anak punk itu secara bersama-sama mengucapkan Pancasila lengkap dengan kelima butirnya dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Usai itu, satu per satu secara berurutan ke 11 anak punk mencium bendera merah putih. Ada yang menarik terlihat pada saat mereka mencium bendera merah putih, mereka tampak meneteskan air mata.

Kegiatan razia anak punk ini melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kendal tentang Tribun Tranmas. Karena anak punk yang selama ini dijumpai di berbagai lampu merah dan halte yang ada di berbagai titik di Jalan Raya Kabupaten Kendal meresahkan masyarakat. Mereka meminta-minta kepada pengguna jalan yang melintas. Selain itu mereka juga kumuh sehingga mengganggu lingkungan dan kebersihan tata kota Kendal. Beberapa kali sudah dilakukan razia anak punk dan sudah bersih, akan tetapi muncul kembali. Keberadaan anak punk ini tidak hanya berasal dari Kendal, akan tetapi dari luar daerah yang masuk ke Kendal.

Dikatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan sejak Kamis (3/8) silam. Selain merazia anak punk petugas gabungan juga merazia siswa yang suka membolos sekolah. Razia siswa dilakukan diberbagai wilayah, seperti Cepiring, Patebon, Kendal Kota, Kaliwungu, dan Pegandon.

“Razia kali ini ada 11 anak punk terjaring. Karena ada yang masih pelajar, maka akan dikembalikan kepada orangtua dan yang lain akan dikirim ke Semarang di Panti Reabilitasi Anak. Untuk razia siswa bolos terjaring razia sebanyak 38 siswa. Mereka dilakukan pembinaan dan diberikan pengetahuan tentang ketertiban. Pihak sekolah dan orangtua didatangkan ke Satpol PP untuk mengemabil dengan menigisi surat pernyataan pembinaan,” kata Kasi Pengendalian Operasi pada Satpol PP Kendal, Puji Sumaryono di dampingi Sekertaris Satpol PP dan Damkar usai memberikan pembinaan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Subarso menambahkan, anak punk selama ini banyak menjadi sorotan masyarakat. Mereka itu merupakan anak bangsa yang perlu untuk disadarkan dan masih punya kesempatan masa depan yang panjang. (*)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *