Featured Kajen News

Menilik Komitmen Kabupaten Pekalongan Untuk Menjadi Legenda Batik Nusantara

 

*Sajikan Keindahan Alam Petungkriyono dalam Goresan Batik

Kabupaten Pekalongan sebagai sentra batik Nusantara agaknya kalah pamor dengan Kota Pekalongan , yang telah dinobatkan sebagai The World City of Batik. Meski begitu di pasaran dengan mudahnya kita jumpai batik yang dijual merupakan buatan pengrajin dan pembatik Kab Pekalongan. Oleh karenanya, Pemkab Pekalongan berkomitmen untuk menjadi Legenda Batik Nusantara. Salah satunya dengan mengenalkan Petungkriyono lewat goresan batik. NOVIA ROCHMAWATIWiradesa

Menilik Komitmen Kabupaten Pekalongan Untuk Menjadi Legenda Batik Nusantara-1
PERAGAKAN – Model saat memperagakan diri sebagai pembatik Batik Petungkriyono di salah satu spot wisata Curug Bajing.
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

Tak dipungkiri, Petungkriyono memiliki pesona tersendiri sebagai paru-paru Pulau Jawa. Rerimbunan pohon dengan aneka satwa langkanya memikat siapapun yang ingin merasakan sensasi kebebasan alam. Kehadiran panorama khas macam curug, menjadi bonus tersendiri. Seakan menambah komplit dengan embel-embelnya sebagai National Nature Herritage.

Bumi petung yang masih asri menjadi habitat Owa nomor dua terbanyak di Jawa. Tak hanya itu, hewan endemik lainnya, macam Elang Jawa masih terbang bebas di sana. Dan tak jarang menyambut kedatangan para wisatawan saat menginjakkan kakinya di bumi Petung.

Keindahan alam khas Petungkriyono inilah yang diangkat pembatik pesisir asal Wiradesa Pekalongan, H Failasuf. Ia ingin menceritakan keindahan Petungkriyono pada dunia lewat karya batiknya. Lelaki yang berkecimpung dalam dunia perbatikan sedari tahun 1999 itu beranggapan, batik merupakan wadah yang tepat untuk mengenalkan Kabupaten Pekalongan ke dunia.

Petungkriyono sendiri bisa menjadi salah satu representasi ciri khas batik Pekalongan. Pasalnya Batik Pekalongan biasanya menyajikan motif-motif flora dan fauna. Keanekaragaman flora dan fauna Petung pun tak lupa digoreskan H Failasuf dalam tiga motif Batik Petungkriyono yang menjadi karya teranyarnya.

“Sebenarnya banyak inspirasi dari dunia fashion yang bisa dihadirkan dalam batik. Namun khusus hari ini kami menghadirkan Legenda Batik Nusantara, yang kita buat dengan tema Batik Petungkriyono. Ada tiga desain untuk Pekalongan sebagai Legenda Batik Nusantara. Untuk menjadikan Pekalongan sebagai Bumi Legenda Batik Nusantara,” terangnya saat pelaunchingan Minggu, di padepokan batiknya di daerah Wiradesa, (6/8).

Menilik Komitmen Kabupaten Pekalongan Untuk Menjadi Legenda Batik Nusantara-2
RESMIKAN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat meresmikan Batik Petungkriyono berkolaborasi dengan pembatik pesisir, H Failasuf di Kampung Batik Wiradesa, Minggu (6/8).
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

Ia menegaskan, batik sebenarnya merupakan karya bersama, antara konseptor, penggambar, pembatik, pewarna dan lainnya. Batik merupakan sebuah kolaborasi yang punya makna tersendiri dalam prosesnya.

“Jadi batik ini sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai karya salah satu individu. Karena batik ini adalah kolaborasi bersama. Menurut kami batik adalah karya lukis yang terbaik. Karena di dunia ini jarang lukisan yang dibuat oleh kolaborasi beberapa orang. Pasalnya dari awal hingga akhir pemprosesan bisa saja terjadi perbedaan konsep antara orang yang satu dengan yang lainnya. Namun meski dikerjakan secara berbeda berhasil menghasilkan lukisan yang sarat akan makna,” tegasnya.

Selepas peresmian, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi berharap karya Batik Legenda Nusantara ini bisa menjadi media promosi Batik Pekalongan, dan ekowisata Petungkriyono. Sehingga dapat memicu semangat kreativitas dan geliat ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya Petungkriyono.

Jika sudah selesai diproses,rencananya ketiga desain batik ini akan dijadikan koleksi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pasalnya batik motif seperti akan lebih baik jika tidak dijadikan batik yang dipakai sehari-hari. Pihaknya juga berencana akan memberikan batik ini sebagai hadiah, bagi pesohor negeri maupun manca negara.

“Kami ingin mentransformasikan keindahan Petungkriyono ini lewat batik. Ini salah satu cara kami mempromosikan Petungkriyono. Sekaligus menjadi wadah komitmen kami sebagai Legenda Batik Nusantara. Karena di sini banyak sekali masyarakat yang kreatif, dimana kreativitas mereka tersebut salah satunya dituangkan dalam batik. Sehingga kami rasa Kabupaten Pekalongan, layak menjadi Legenda Batik Nusantara,” tegasnya. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017