Featured Metro Pendidikan

Sekolah Lima Hari Menyita Waktu Menguras Tenaga

*Menengok Sekolah 5 Hari di SMK Muhammadiyah Pekalongan

Penerapan waktu sekolah 5 hari, mendatangkan pro kontra dalam dunia pendidikan. Tak sedikit pihak sekolah yang menolak dengan alasan-alasan yang mereka paparkan, begitu juga yang menerimanya. Bagaimana tanggapannya? MALEKHA, PEKALONGAN

Menengok Sekolah 5 Hari di SMK Muhammadiyah Pekalongan
BELAJAR – Suasana belajar mengajar di SMK Muhammadiyah Pekalongan, mereka terlihat serius mengikuti intruksi dari guru untuk praktek.
MALEKHA / RADAR PEKALONGAN

MATAHARI semakin terik, menjadi sebuah tanda bahwa hari telah mulai siang, dengan suasana yang panas tak menyurutkan langkah anak-anak SMK Muhammadiyah Pekalongan untuk mengikuti pembelajaran dengan baik. Namun ada yang berbeda dari rutinitas yang mereka jalani dibandingkan yang lain ya? ya SMK Muhammadiyah Pekalongan adalah salah satu SMK swasta yang menggunakan sistem sekolah 5 hari.

Banyak suka dan duka yang siswa rasakan dalam menjalani sistem full day scholl yang baru digagas dan diujicobakan pada tahun ajaran baru ini.

Dengan segala pro kontra sistem full day school dari pihak sekolah, ternyata para siswa mempunyai kesan tersendiri, sebagaimana yang disampaikan oleh Andika menyatakan.

“Menurut saya sih sistem full day school ini bagus, hanya saja capek sekali kalau sudah pulang dan sampai rumah jam 5 sore, jadi tidak ada waktu istirahat yang cukup,” tuturnya.

Senada dengan Andika, Ilham juga menganggap sekolah 5 hari cukup menyita waktu dan menguras tenaganya. Meskipun hari Sabtu dan Minggu libur.

“Biasanya kalau habis pulang sekolah kan kita masih bisa istirahat dan main sama teman ya, tapi sekarang tidak bisa. Tapi enaknya ya Sabtu dan Minggu libur,” ujar Ilham.

Sedangkan Khoiri siswa kelas 11 juga, menuturkan tentang tanggapanya mengenai sekolah 5 hari yang menurutnya ada bagian positif dan negatifnya. Karena pada kenyataanya setelah dijalani ada suka dan dukanya.

“Sebenarnya tetap ada bagian positifnya, karena mata pelajarannya kini lebih asyik dan banyak inovasi. Jadi tidak membosankan meskipun harus seharia di sekolah, hanya saja kekurangannya adalah saat pulang waktunya habis, barus istirahat sebentar sudah malam,” ucap Khoiri.

Dibalik pro kontra sebuah sistem, Waka Humas SMK muhammadiyah Agus, menambahkan bahwa pasti jelas ada tingkat kemanfaatan dan kekurangannya, tinggal bagaimana pelaku sistem untuk salingg melengkapi kekurangan dan berbagi kemanfaatan dari sistem yang dibuat, tentunya tujuanya hanyalah satu membuat dunia pendidikan Indonesia jauh lebih baik. (*)

Penulis: Malekha | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017