Featured Kajen

Sejak 2004, Berubah menjadi Ladang Enceng Gondok

Enceng Gondok
ENCENG GONDOK – Sawah di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, sejak tahun 2004 tidak bisa ditanami akibat terendam rob, sehingga area persawahan berubah menjadi ladang enceng gondok.
TRIYONO

Melihat Kondisi Sawah di Jeruksari yang Terendam Rob

Sejak tahun 2004, ratusan hektar di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, terendam air rob. Seperti apa? Triyono, Kajen

Banjir rob yang merendam ratusan hektar sawah di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, sejak tahun 2004 berubah menjadi tanah tidak produktif. Padahal, desa ini dulu dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kota Santri. Saat ini sebagian besar sawah di desa ini menjadi ladang tanaman enceng gondok. Petani pun banyak beralih menjadi buruh serabutan di wilayah Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Salah seorang petani, Wasis Suwarno, mengatakan, akibat selalu terendam banjir rob, sawah yang dikelolanya sejak tahun 2004 tidak bisa ditanami tanaman padi lagi. Padahal dahulu, sawahnya seluas sekitar 3 hektar dalam kurun waktu 2 tahun bisa panen lima kali. Menurutnya, setiap panen menghasilkan sekitar 25 ton gabah kering.

“Sejak tahun 2004 air rob masuk ke persawahan, sehingga sawah tidak bisa digarap lagi sejak saat itu. Sekarang sawah berubah menjadi ladang enceng gondok,” terang dia.

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, M Nurkholis, menyatakan, luas sawah di Desa Jeruksari sekitar 120 hektar dan luas tambak 59 hektar. Akibat bencana rob, saat ini tidak ada sawah produktif di desanya itu. Padahal, ujar politisi dari PDIP ini, Desa Jeruksari merupakan salah satu lumbung padi di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan.

“Sawah sekarang sudah tidak ada lagi yang produktif,” ujarnya.

Akibat lahan sawah tidak bisa diolah, kata dia, banyak petani yang beralih menjadi kuli panggul di toko-toko di wilayah Kota Pekalongan. Selain berdampak pada sektor perekonomian, banjir rob yang melanda wilayah itu sejak puluhan tahun silam juga mengakibatkan pemukiman menjadi kumuh, rumah rusak, dan infrastruktur di desa itu rusak. Belum lagi dampak sosial dan kesehatan serta pendidikan.

Pemerintah pusat, lanjut dia, berencana membangun tanggul melintang penahan rob dari wilayah Kota Pekalongan hingga Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, dia mengharapkan setelah tanggul itu dibangun ada semacam reklamasi sawah-sawah di Desa Jeruksari dan sekitarnya, sehingga sawah yangg tidak produktif itu bisa ditanami lagi.

“Petani yang kehilangan mata pencaharian karena sawah tidak bisa diolah biar bisa bercocok tanam lagi. Mereka tak lagi menjadi kuli panggul di Kota Pekalongan,” imbuhnya. (*)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017