Kendal

Harga Garam Terus Melambung

Bupati Mirna Annisa
STABIL – Bupati Mirna Annisa menyampaikan harga garam di Pasar Tradisional Kendal masih normal, tidak seperti harga di daerah lain yang cenderung masih tinggi.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Gejolak harga garam yang kian melambung tinggi di sejumlah daerah mulai terasa hingga Kabupaten Kendal. Setidaknya di tiga Pasar Tradisional besar seperti pasar Weleri, Cepiring dan Kendal, harga garam terus meningkat. Kondisi tersebut terus dipantau oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kendal.

Berdasarkan data Disperindag, untuk jenis garam yang mengalami peningkatan cukup tinggi jenis garam halus mencapai Rp 8.000 perkilogram. Padahal bulan Juli harga sebelumnya dikisaran Rp 6.000. Sedangkan untuk garam bata masuk bulan Agustus sebesar Rp 1.500 per buah dari sebelumnya sebesar Rp 400 per buah. Kendati demikian, kenaikan harga masih tergolong stabil.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, kenaikan harga garam memang dialami berbagai daerah di Indonesia. Hal itu karena proses pembuatan yang dinilai cukup lama yang turut menjadi faktor penyebabnya, selain pengaruh cuaca. Namun, stok dan harga masih dalam batas normal di Kendal.

“Harga garam saat ini memang masih tinggi tak hanya di Kendal. Berdasarkan pantauan, harga masih normal, tidak seperti daerah lain,” kata dia, kemarin.

Sementara selain faktor produksi tingginya permintaan juga menjadi andil dalam meningkatnya harga garam.

Bupati berharap persoalan garam agar tidak memberikan dampak yang cukup besar terhadap dunia ekonomi di wilayahnya, Hal ini mengingat bahwa Kabupaten Kendal banyak kegiatan ekonomi yang berada di bidang kuliner. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017