Bisnis Metro

Museum Batik Pekalongan Ajarkan Membatik Sejak Dini

Museum Batik
MEMBATIK – Kepala museum dan anak-anak sedang membatik dengan canting.
LAILATUL MAFIYAH / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Museum batik turut serta menyemarakkan Gebyar PAUD dan Festival Anak di stadion Hoegeng Pekalongan, dengan menggelar stand untuk anak-anak praktik membatik dengan menggunakan canting.

Kepala Museum Batik Bambang Saptono kepada www.radarpekalongan.com pekalongan di standnya, Kamis (10/8), mengatakan, “Kami ingin mengajarkan pada anak membatik yang hakiki adalah dengan menggunakan canting, kami menyediakan kain pelintang warna dan canting untuk praktik,” tandasnya.

Bambang sapaan akrabnya mengatakan membatik memerlukan ketekunan. “Ketika anak diajarkan membatik yang saya harapkan adalah anak mencintai budaya khas Pekalongan yaitu batik,” ungkapnya.

Bambang menuturkan, melalui sosialisasi seperti ini anak-anak akan mencintai batik, ketika dewasa tentu saja mereka akan mencoba membuat peluang usaha batik, bahkan mengembangkannya.

“Selain menanamkan kecintaan pada batik tentu saja pengusaha-pengusaha batik juga harus memberikan upah yang layak untuk pembatik, agar batik tetap terlestarikan, jika tidak takutnya generasi selanjutnya enggan membatik,” jelasnya.

Bambang mengatakan bahwa selain sosialisasi macam ini, museum batik juga mengadakan program Museum go to school dan lomba mewarnai untuk anak. “Saya berharap batik yang sudah ada sejak 460 tahun yang lalu tetap lestari, dan muncul generasi pembantik masa depan,” pungkasnya. (mg4)

Penulis: LAILATUL MAFIYAH  | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *