Jateng News

Satpol PP Kota Magelang Ratakan Bangunan Ilegal

Satpol PP Ratakan Bangunan Ilegal
RATA – Satpol PP menggunakan alat berat saat membongkar bangunan permanen ilegal di kawasan eks-gedung Bioskop MT, Jalan A Yani Kota Magelang.
Wiwid Arif/Magelang Ekspres

MAGELANG – Petugas Satpol PP Kota Magelang menertibkan bangunan liar yang diduga tidak memiliki izin, kemarin. Bangunan tersebut berada di samping halaman Magelang Teater (MT) Jalan A Yani, Kota Magelang. Meski bagunan sudah dibuat permanen menggunakan konstruksi beton, nyatanya aparat penegak perda tetap meratakannya menggunakan alat berat.

Aksi penertiban yang dilakukan Satpol PP tidak mendapat perlawanan dari pemilik bangunan itu. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi pun ramai-ramai melihat kegaduhan suara yang ditimbulkan alat berat itu.

“Bangunan ini rencananya akan digunakan untuk berjualan. Tapi tidak ada izinnya. Makanya, kami bongkar,” kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Magelang, Khudori, di sela aksi pembongkaran.

Ia menjelaskan, lokasi yang didirikan bangunan itu sudah menyalahi aturan, karena berada di atas lahan milik Pemkot Magelang. Tidak saja melanggar perizinan, namun pemilik bangunan juga disangka melanggar ketentuan Peraturan Daerah (Perda) No 6 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

“Lokasi di tempat itu juga bukan menjadi zona pedagang kaki lima (PKL). Sudah menjadi komitmen bersama bahwa di kawasan itu tidak boleh didirikan bangunan, apalagi lapak PKL,” jelasnya.

Satpol PP sebenarnya bukannya main hakim sendiri. Hanya saja, Khudori menilai bahwa pemilik bangunan tidak bersikap kooperatif. Justru mengabaikan peringatan yang sudah dilayangkan aparat. “Sudah dua kali kami layangkan peringatan supaya dibongkar sendiri. Nyatanya tidak ada itikad baik. Kami mengerahkan sedikitnya 34 personel untuk menertibkannya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, konstruksi bangunan ini sendiri akan dibawah ke Kantor Satpol PP Kota Magelang, di Jalan Ikhlas. Sifatnya, bukan penyitaan, karena pemilik konstruksi boleh mengambil kembali asalkan ada komitmen membuat surat pernyataan.

Sementara itu, pemilik bangunan Aris Munandar (37), mengaku, belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) di lahan yang digunakan untuk berjualan kaset tersebut. Untuk membangun bangunan dengan rangka besi tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp20 juta. “Kami berharap nantinya bisa mengurus izin agar bisa buka kembali,” katanya.

Menyinggung soal peringatan dari Satpol PP, Aris mengaku, belum pernah menerima teguran diawal mulai membangun.

“Justru teguran itu diberikan setelah bangunan berdiri,” tukasnya. (wid)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017