Metro Pendidikan

Ajarkan Mahasiswa Demokrasi Sehat

STIE Muhammadiyah Pekalongan
COBLOS – Suasana pencoblosan pemilihan Ketua BEM STIE Muhammadiyah Pekalongan oleh para mahasiswa.
MALEKHA / RADAR PEKALONGAN

*Kampus STIE Muhammadiyah Pekalongan

KOTA – Banyak moment untuk belajar, salah satunya BEM STIE Muhammadiyah Pekalongan yang dijadikan ajang belajar mahasiswa dalam berdemokrasi.

Demikian disampaikan Ketua BEM STIE Muhammadiyah Pekalongan lama, Miftahuddin kepada www.radarpekalongan.com, Jumat (11/8). “Pesta demokrasi kampus ini adalah memilih ketua BEM yang baru, dan memang didesain pemilihan ini layaknya pemilihan umum, agar mahasiswa lebih tahu dan bersinggungan langsung tentang berdemokrasi,” ungkap Laki-laki yang akrab disapa Mifta ini.

Menjalankan demokrasi sehat menjadi goal setting yang diharapkan tercapai oleh pihak kampus, karena memberikan pemahaman demokrasi yang baik sangat penting demi menjaga kepemahaman generasi bangsa kedepan.

“Karakter sehat menjadi proyek terbesar kami, tidak hanya sekadar pesta demokrasi saja selesai tapi bagaimana mereka menjalankan demokrasi dengan jujur dan melewati setiap fase pemilihan dengan sehat,” tandasnya.

Kandidat pun tidak luput dari sasaran proyek kampus, ada kualifikasi khusus yang dipenuhi oleh kandidat ketua BEM dan menggunakan seleksi layaknya pada pemilihan umum.

“Tes kandidat pun kita konsep layaknya pemilihan umum, jadi semacam pesta demokrasi didalam kampus, ada tahapan musyawarah, kemudian musyawaroh penentuan calon, wawancara pengetahuan dan barulah keluar 2 pasang nama calon ketua BEM,” imbuh mahasiswa semester 6 ini.

Untuk meminimalisir adanya gesekan antar pendukung 2 kandidat terpilih, pihaknya tanamkan betul bagaimana cara berdemokrasi yang sehat, tanpa ada paksaan, memilih sesuai hati nurani dan pentingnya belajar jujur bersama.

“Kita tidak hanya bertugas mengajarakan bagaimana melaksankan demokrasi yang jujur, memilih sesuai hati nurani, tanpa ada paksaan atau pengaruh teman, namun kita juga membingkai perbedaan itu dengan persaudaraan dan penuh kegembiraan,” ujarnya.

Dia berharap pesta demokrasi kecil ini bisa mengajarkan mahasiswa memahmi demokrasi bagaimana yang harus mereka bangun kelak ketika mereka menemui dunia pasca kampus yang sesungguhnya. “Pentingnya menanamkan demokrasi itu, agar mereka tahu yang dinamakan demokrasi itu apa, bagaimana melaksanakan demokrasi itu, harus bagaimana melaksanakan demokrasi, itu saja sederhana,” harapnya. (mal)

Penulis: Malekha | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *