Nasional News

Saksi Kunci Kasus e-KTP Bunuh Diri

Saksi Kunci Kasus e-KTP Bunuh Diri
BUNUH DIRI – Johannes Marliem adalah penyuplai bukti penyidik KPK berupa rekaman serta aliran duit e-KTP ke DPR dan pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.
(Screenshoot via Facebook/@Johannes Marliem)

*Sempat Sandera Warga

JAKARTA – Saksi kunci kasus KTP elektronik (e-KTP) dikabarkan tewas akibat bunuh diri pada Kamis (10/8) kemarin. Sekadar informasi, Johannes merupakan provider produk automated fingerprint indentification system (AFIS) merek L-1 dari PT Biormorf Lone yang akan digunakan dalam proyek e-KTP.

Dalam rumor yang beredar, Johannes tewas bunuh diri di sebuah rumah yang dia sewa di perumahan elit Los Angeles seharga US$ 25.000 per bulan.

“Katanya ada suara tembakan beberapa kali dan diberitakan bunuh diri. Dia terkait dengan kasus e-KTP,” demikian bunyi pesan singkat yang beredar.

Sementara itu, berdasarkan informasi, kasus kematian Johannes Marliem juga tengah heboh diberitakan di media Los Angeles.

“Saya tidak tahu bagaimana menceritakannya tanpa terdengar gila, tapi dalam 24 jam terakhir, ada dua kasus kematian yang menegangkan di perumahan mewah Los Angeles (West Hollywood/Pacific Palisades),” demikian informasi yang dilansir kontan.com bersumber dari boards.4chan.org.

Diceritakan, kejadian pertama terjadi di rumah besar yang dimiliki Tamme McCauley, putri Melvin dan Bren Simon, dari Simon Property Group.

Kedua terjadi di rumah besar yang terdaftar atas nama Johannes Marliem, seorang pria yang mendonasikan uang kepada Partai Demokrat AS dengan jumlah yang sangat besar.

Padahal, dia bukan warga AS dan tidak ada yang tahu siapa dirinya.

Menurut pihak kepolisian, kedua pria tersebut melakukan aksi bunuh diri, meskipun dilaporkan terdengar suara tembakan berkali-kali.

Di Los Angeles, AS, Kamis (10/8) waktu setempat, sempat ada insiden seorang pria bersenjata membarikade dirinya di sebuah rumah di kawasan Beverly Grove.

Kejadian itu ditangani oleh Kepolisian Los Angeles (LAPD).

Karena insiden itu, polisi akhirnya menutup seluruh area di sekitar North Edinburgh Avenue.

Warga setempat di kawasan tersebut juga dievakuasi oleh otoritas setempat.

Namun setelah negosiasi dengan polisi keduanya dibebaskan.

Setelah LAPD dan pasukan Senjata dan Taktik Khusus (SWAT) berhasil memasuki rumah tersebut, pria bersenjata itu ditemukan tewas di dalam.

Diduga pria tersebut tewas akibat luka tembak yang dihasilkan atas perbuatan sendiri, alias bunuh diri.

Penyidikan Tetap Berjalan

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan kabar meninggalnya salah satu saksi kasus korupsi proyek e-KTP Johannes Marliem. Namun Febri mengaku belum tahu alasan meninggalnya Johannes.

“Informasi benar Johannes Marliem meninggal dunia. Tapi kami belum dapat informasi rinci karena peristiwanya terjadi di Amerika,” ujar Febri di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8).

Febri mengatakan, kasus kematian Johannes sepenuhnya menjadi otoritas penegak hukum setempat. Ia pun enggan berandai-andai apakah kematian Johannes terkait dengan penyidikan kasus korupsi e-KTP. Febri menegaskan, penyidikan kasus korupsi e-KTP akan tetap berjalan.

“Kami punya bukti kuat dan penyidikan akan tetap berjalan,” katanya.

Johannes Marlim adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek e-KTP.

Dari tangan Johannes yang juga Direktur Biomort Lone LLC, penyidik KPK banyak mendapatkan bukti rekaman serta aliran uang e-KTP ke DPR dan pejabat Kemendagri, dari awal proyek itu.

Penyidik KPK bahkan terbang ke Amerika untuk menemui Johannes. (ktn/tbn/cnn)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *