Metro News

Hari ini, Ganjar Buka Kejuaraan Taekwondo Batik Cup 2

Hari ini, Ganjar Buka Kejuaraan Taekwondo
MATANG – Pihak panitia telah mematangkan persiapan acara kejuaraan terbuka Taekwondo Batik Cup 2 di Convention Hall, komplek IBC Pekalongan.
ABDURROHMAN

KOTA – Dijadualkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka kejuaraan terbuka Taekwondo Batik Cup 2 di Convention Hall, komplek Internasional Batik Centre (IBC) Pekalongan.

Kepastian itu disampaikan Ketua Panitia Pelaksana, Imam Suprananto kepada www.radarpekalongan.com, Jumat (11/8) sore. “Sampai saat ini, Pak Gubernur masih confirm akan membuka kejuaraan Taekwondo Batik Cup 2,” ucapnya.

Persiapan pihak panitia, sambung Imam, sudah 99 persen.

“Sisanya tinggal merapikan. Insya Allah, semuanya sudah siap,” bebernya.

Pihak pesertapun, tambah Imam, sudah datang ke Pekalongan. Bahkan ada yang sudah melihat venue acara. Tujuannya untuk adaptasi lingkungan.

Imam menegaskan, yang menarik dalam kejuaraan yang menjadi event tahunan sejak 2016 ini, pihaknya mengundang atlet dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.”

Selain dua negara itu, lanjut Imam, peserta atlet Taekwondo berasal dari Pekalongan, DIY, Kendal, dan Jepara. Ditambah dari Semarang, Sleman, Sungailiat, Surabaya, Cilacap, Ungaran dan Klaten.

Pihak panitia sengaja mengundang atlet dari Malaysia dan Thailand. Dengan tujuan untuk turut berpartisipasi dan saling menambah wawasan dengan atlet-atlet Indonesia,” tuturnya.

Sekaligus, sambung Imam, bertujuan untuk mempromosikan IBC & Craft sebagai potensi wisata dan budaya Pekalongan.

Imam menegaskan, event kejuaraan Taekwondo digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Pekalongan ke 395, dan HUT Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke 72.

“Makanya kami berharap dukungan dari para sponsor dan semua pihak untuk menyukseskan kegiatan ini,” bebernya.

Techinal Delegate, Master Suwandi Gunawan menambahkan, kejuaraan ini terbuka untuk atlet dari usia anak-anak hingga dewasa, baik pria dan wanita. “Kejuaraan Taekwondo ini akan menggunakan peraturan pertandingan dari Indonesia Children Takwondo Union (ICTU) dan World Taekwondo Federation (WTF) yang fair play. Berbagai nomor yang yang dipertandingkan antara lain Kyorugi dan Poomsae,” bebernya.

Suwandi menjelaskan, Taekwondo adalah ilmu beladiri yang mengajarkan dan menanamkan nilai nilai positif bagi para muridnya, terutama jiwa sportivitas dan mental yang kuat demi kemajuan diri. “Kedisplinan dan semangat untuk menjadi lebih baik bagi anak-anak bangsa dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta,” bebernya, sembari menambahkan pikiran yang sehat juga tentunya akan menjadikan tubuh yang sehat.

Suwandi mengakui, Taekwondo memang berasal dari bangsa Korea, namun telah dipersembahkan kepada bangsa di dunia, seperti dicetuskan oleh Presiden World Taekwondo Federation (WTF), Dr Chouse Chung Won, dalam sambutannya kepada seluruh perwakilan negara peserta kejuaraan Dunia Taekwondo Poomsae di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 4 September 2006 yang selanjutnya dinyatakan sebagai ‘Taekwondo Day’ bahwa Taekwondo is a gift to the world.

Akhirnya, sambung Suwandi, Taekwondo diterima dengan sepenuh hati oleh dunia dan berkembang menjadi olahraga bela diri paling favorite pada masa kini, yang juga dipertandingkan dalam ajang olimpiade. “Taekwondo juga telah berkembang subur di Indonesia, dan merupakan salah satu olahraga prestasi adalah pendulang medali dalang ajang Sea Games dan Asian Games. (adv)

Penulis & Redaktur: Abdurrahman | Radar Pekalongan

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *