Nasional News

Anggaran Subsidi Rumah Naik Drastis

Anggaran Subsidi Rumah Naik Drastis
AKAD KREDIT – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2kiri) bersama sejumlah Menteri melihat penandatanganan akad kredit di Properti Expo (IPEX) 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat.
RAKA DENNY/JAWAPOS

*Property Expo, Rumah Subsidi Banjir Peminat

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya pekerjaan besar dalam melaksanakan program subsidi rumah. Masih banyak kabupaten yang belum mendapatkan kesempatan memperoleh subsidi perumahan yang tahun ini nilai totalnya mencapai Rp 8,2 triliun. Program tersebut diminta untuk diratakan, sebab anggaran subsidi juga akan dinaikkan.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka pameran Property Expo 2017 di Jakarta Convention Center kemarin (11/8). Dia menuturkan, subsidi dalam bentuk FLPP maupun SSB terbukti memudahkan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memperoleh hunian yang layak.

Sebagai gambaran, ada yang hanya menyicil Rp 700 an ribu dalam jangka waktu 15 tahun. ada pula yang menyicil Rp 900 ribu hingga 1,1 juta karena menyicil 10 tahun . ”Dengan gaji Rp 3,5 juta, cicilannya tidak memberatkan. Itu yang ngomong rakyat yang mendapat subsidi,” terangnya. Sebab, bila mengontrak rumah, selisihnya dengan cicilan rumah terbilang sedikit.

Alhasil, ketika dia berkunjung ke sejumlah daerah yang belum tersentuh subsidi perumahan, banyak permintaan dari masyarakat. ”Itu menunjukkan, minat masyarakat terhadap rumah bersubsidi sangat besar,” lanjutnya. Apalagi, backlog rumah secara nasional saat ini ada di kisaran 11,4 juta. karena itulah, Presiden meminta sebaran subsidi perumahan lebih merata.

Jokowi menuturkan, tahun depan, anggaran untuk rumah subsidi ini akan ditingkatkan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, dengan penambahan anggaran tersebut, bukan tidak mungkin rumah yang dibangun untuk program Satu Juta Rumah tahun depan, jumlah totalnya bisa melebihi satu juta. “Untuk tahun ini, (rumah subsidi dan nonsubsidi) targetnya bisa sampai 900 ribu unit. Tahun depan sudah pasti lewat dari satu juta,” kata Basuki.

Tahun depan Kementerian PU-PR mengusulkan pagu anggaran perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 9,1 triliun. Jumlah itu naik dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp 8,2 triliun. Dengan pagu anggaran sebesar itu, jumlah rumah MBR yang bisa dibangun bakal semakin banyak.

Rencananya, penambahan unit rumah MBR itu akan diarahkan lebih banyak pada pembangunan rumah susun. Keterbatasan lahan menjadi alasan utamanya. Untuk membangun rumah susun, lahan yang diperlukan lebih kecil ketimbang untuk pembangunan rumah tapak.

Dari segi wilayah, pembangunan rumah subsidi tahun depan masih akan fokus di Jawa dan Sumatera karena di dua pulau tersebut, angka kekurangan rumah alias backlog-nya semakin tinggi. Hal ini berkaitan dengan jumlah penduduknya yang semakin bertambah.

Untuk mendukung hal itu, Jokowi kembali mengingatkan para kepala daerah untuk tidak mempersulit izin pengembang perumahan. Presiden mengapresiasi sejumlah daerah yang sudah mampu mengeluarkan izin dalam hitungan jam. Tepatnya, dalam waktu 6,5 jam pengembang sudah bisa memperoleh izin.

”Sudah kuno sekali, kalau urus izin dalam hitungan hari. Apalagi minggu, bahkan hitungan bulan. Malu-maluin kalau izin sampai berbulan-bulan,” sindirnya. Memang, tuturnya, tidak mudah nuntuk mewujudkan perizinan yang singkat. Pemerintah pusat pun butuh waktu setahun. Karena itu, dia berharap para kepala daerah bisa meniru wilayah-wilayah lain yang sukses menerapkan perizinan dalam hitungan jam.

Saat peninjauan,tampak betul bahwa stan perumahan yang ramai pengunjung adalah yang menawarkan program subsidi. Baik berupa subsidi bungan maupun cicilan, melalui FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peerumahan) dan SSB (Subsidi Selisih Bunga). Bagaimana tidak, rumah yang ditawarkan harganya di kisaran Rp 110-140 juta untuk kawasan yang selama ini menjadi penopang Jakarta. seperti Depok, Tangerang, Bogor, hingga Sukabumi. (byu/and)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *