Jateng Sosok

Gaya Hidup Picu Hipertensi

dr Jati Kartinawati
dr Jati Kartinawati

SEMARANG – Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia menempati peringkat atas. Penderita ini seringkali dipicu dengan gaya hidup atau life style yang tidak sehat. Seperti sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi, lemak tinggi, kurang serat dan antioksidan yang terdapat di sayur/buah.

Demikian diungkapkan oleh dokter dari Balai Kesehatan Masyarakat Jalan KH Ahmad Dahlan, dr Jati Kartinawati. Dikatakan, kebiasaan merokok dan minum alkohol, sering mengonsumsi kopi, kurang aktivitas/olahraga, dan stress yang tidak dikelola dengan baik juga bagian dari pemicu penderita hipertensi.

Menurutnya, kadang hipertensi pada tahap awal atau ringan tidak menimbulkan gejala. Makanya, kenapa hipertensi yang tidak terdeteksi tiba-tiba bisa menimbulkan komplikasi dan juga di organ tubuh lain seperti jantung yang bisa berakhir dengan kematian secara mendadak.

Dr Jati memberikan langkahnya untuk mengenali gejala awal seperti pusing, mual,nyeri kepala dan tengkuk, telinga sering berdenging, sampai penglihatan yang burem (kabur). Maka, pada gejalan ini, ia menyarankan agar segera periksa kesehatan/chek up kesehatan rutin, tiap minimal 6 bulan sekali, terutama tekanan darah. “Biasakan gaya hidup yang sehat, dan sering mengonsumsi makanan yang sehat, tidak berlebih dalam mengonsumsi garam, olahraga secara teratur, tidak merokok dan minum alkohol, batasi minum kopi, dan kurangi stress. Segera periksa dan konsultasi ke dokter bila ada keluhan tersebut,” tambahnya.

Dikatakan, untuk mengantisipasi penderita hipertensi agar tidak parah maka prinsipnya, pengobatan secara teratur, menjaga nilai normal tekanan darah tetap stabil , berkisar 120/80. Penderita ini, tidak hanya di Semarang, tetapi di Indonesia termasuk penyakit yang banyak diderita.

Ia menilai bahwa, sebenarnya ada dua macam jenis penderita hipertensi.Penderita secara primer artinya, hipertensi yang bukan karena komplikasi penyakit lain, seperti karena faktor bawaan/genetika.

Sedangkan yang kedua hipertensi sekunder yaitu, hipertensi yang berhubungan atau karena komplikasi penyakit lain, seperti penyakit ginjal, jantung. “Pemicunya yaitu berhubungan dengan gaya hidup tidak sehat,” katanya lagi.

Kalau ada komplikasi atau penyebab dari organ lain, tambahnya, tentu saja dengan diimbangi penanganan penyakit utamanya. Karena kalau penyakit utama tertangani, biasanya tekanan darah bisa stabil. “Tetapi kalau itu hipertensi primer atau hipertensi yang menetap tentu saja obat dibutuhkan seumur hidup,” ucapnya. (sgt)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017