Jateng

Beranggus Pesta Miras Diwarung Swike

Beranggus Pesta Miras Diwarung Swike
SITA – Rasia miras diareal warung swike jantung Kota Slawi, semalam.
HERMAS PURWADI

SLAWI – Dari giat patroli jam rawan yang digalakkan Satuan Shabara Polres Tegal berhasil mengendus keberadaan pesta miras disebuah warung swike kawasan Kagok jantung Kota Slawi. Kawanan pemabuk yang terdiri dari 2 lelaki dan 1 wanita tersebut langsung digelandang ke mapolres untuk didata, dilakukan pembinaan, berikut diharuskan membuat surat pernyataan tertulis. Selanjutnya pemilik warung penyedia miras juiga turut dimintai keterangan sekaligus dilakukan penggeledahan tempat usahanya.

Kapolres AKBP Heru Sutopo SIK melalui Kasat Shabara AKP Aries Heriyanto SH menyatakan patroli jam rawan kian ditingkatkan frekuensinya untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan yang bermula dari menenggak miras. ” Mereka yang kita interogasi masing-masing WR (40), UD (41), dan DW (33) semuanya warga Kota Slawi. Dia kepergok saat tim patroli menggelar rasia pukul 23.30 WIB semalam. Dari menenggak miras akan mempengaruhi jiwa seseorang untuk nekad melakukan perbuatan yang menyimpang dari aturan hukum. Baik pergaulan bebas hingga aksi kriminalitas,” tuturnya Jumat (11/8) kemarin.

Ditegaskannya rasia akan terus ditingkatkan, untuk mendukung kondusifitas wilayah. “Kami juga meminta masyarakat proaktif bila menemukan indikasi mencurigakan diareal pangkalan truk, maupun disemua lini kehidupan diperkampungan,” tegasnya.

Diakuinya ini adalah pekerjaan rumah Satuan Shabara untuk menekan beredarnya miras yang dijual tanpa ijin. Dia mengaku operasi cipta kondisi yang digelarnya secara periodik ini akan terus memaksimalkan upaya penindakan terhadap segala bentuk penyakit masyarakat termasuk diantaranya menutup ruang gerak penjualan miras tanpa ijin. “Kami mengacu pada Pasal 77 ayat (3) jo Pasal 49 ayat (1) huruf a, huruf b, Perda Kabupaten Tegal nomor 7 tahun 2011 tentang ketertiban umum,” tegasnya.

Dimana para penjual miras ilegal yang terjaring rasia bakal diancam pidana kurungan paling singkat 60 hari dan paling lama 90 hari. Atau diharuskan membayar denda paling sedikit Rp5 juta dan maksimal Rp50 juta.

Dijadwalkan pihaknya akan terus mendorong keluar personilnya untuk bergerak menyusuri kawasan lain untuk menditeksi keberadaan penjual miras ilegal dan miras oplosan. (her)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017