Jateng

Sabuk Pantai Muarareja Jebol

Sabuk Pantai Muarareja Jebol
JEBOL – Masyarakat Kelurahan Muarareja beraktivitas di dekat sabuk pantai yang jebol, Jumat (11/8).
K. ANAM SYAHMADANI

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal melakukan inventarisasi kerusakan di sepanjang 7,5 kilo meter (km) garis pantai yang dimiliki Kota Bahari. Dari inventarisasi tersebut, sabuk pantai di wilayah pesisir Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, diketahui dalam kondisi jebol sepanjang 50 meter dan rusak sekitar 100 meter.

Sementara untuk sabuk pantai di Obyek Wisata Pantai Alam Indah (OW PAI), relatif aman. “Sabuk pantai yang jebol dan rusak dikarenakan gelombang tinggi,” kata Pelaksana Tugas Kepala DLH Nur Effendi melalui Kepala Seksi Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Kabul Pamujo di Kantor DLH, Jalan Nila, Jumat (11/8).

Sabuk pantai di wilayah pesisir Kelurahan Muarareja dibangun pada 2008 dengan menggunakan dana Bantuan Gubernur senilai Rp3,5 miliar sepanjang 1,2 km. Sabuk pantai tersebut, salah satu fungsinya untuk mencegah abrasi. Menurut Kabul, jebolnya sabuk pantai sepanjang 50 meter mengubah garis pantai. Hal ini cukup merugikan masyarakat sekitar.

“Sabuk pantai yang jebol berdampak merusak tambak, panen gagal, dan tidak bisa ditanami ikan lagi. Artinya, merusak lingkungan dan ekonomi,” ujar Kabul. DLH tidak bisa berbuat banyak terhadap kondisi sabuk pantai yang jebol dan rusak tersebut. Kata Kabul, itu dikarenakan kewenangan untuk melakukan perbaikan bukan pada DLH.

Namun demikian, inventarisasi yang sudah dilakukan dijadikan dasar untuk perencanaan ke depan. DLH mengimbau agar masyarakat ikut menjaga kelestarian lingkungan. Bagi masyarakat yang berkunjung ke pantai, dilarang memindahkan kontruksi bangunan sabuk pantai. Kabul juga berpesan agar kelompok sadar wisata setempat memperhatikan semakin bertambahnya warung.

“Setelah kami data sampai wilayah pesisir Kelurahan Tegalsari, warung-warung semakin bertambah. Karena itu, kami minta agar kelompok menata warung-warung yang ada. Jangan sampai dibuat secara sembarangan dan akhirnya membuat kumuh. Untuk penanganan sampah, agar dikelola dengan baik,” ungkap Kabul. (nam)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *