Jateng

Bupati Kudus Sarankan Fahril Dirujuk

Bupati Sarankan Fahril Dirujuk
PEDULI – Bupati Kudus Musthofa menjenguk kondisi Muhammad Fahril Khasan yang menderita hydrochepalus di rumahnya, Desa Singocandi, kemarin.
FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS

KUDUS – Muhammad Fahril Khasan, 6, yang menderita hydrochepalus mendapat perhatian dari Bupati Kudus Musthofa. Kemarin (11/8). Musthofa mendatangi rumahnya di RT 5 RW 2, Desa Singocandi, Kecamatan Kota.

Ketua DPC PDIP Kudus ini datang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Joko Dwi Putranto, dan Direktur RSUD dr. Loemono Hadi Kudus dokter Aziz Achyar. Selain itu, ada dokter umum dokter Gloria Sheila RU.

Begitu tiba Musthofa langsung melihat Fahril yang berbaring di tempat tidur yang terletak di ruang tamu. Kemudian, dia berharap untuk segera dilakukan penanganan medis secara rutin tanpa memikirkan biaya.

Bupati dua periode ini juga memberikan sumbangan kepada Fahril berupa susu, popok, dan roti. Semua itu untuk keperluan Fahril. “Dijadwalkan ada dokter yang rutin melakukan pemeriksaan kondisi Fahril. Anak ini butuh pemeriksaan yang lengkap. Kalau perlu konsultasi ke rumah sakit lain yang tahu persis penanganan hydrochepalus. Langsung datang ke sana,” jelasnya.

Dia mengatakan, pembiayaan pemeriksaan kesehatan itu akan ditanggung pemerintah kabupaten (pemkab). DKK juga diminta segera mengajukan jaminan kesehatan nasional (JKN)-KIS dari APBD Kudus.

Selain itu, Musthofa berpesan kesehatannya tetap dijaga. Fahril juga perlu dikontrol meski dirujuk ke rumah sakit di luar Kudus. Sehingga penanganannya bisa lebih intensif.

Dokter umum RSUD dr. Loemono Hadi Kudus Gloria Sheila RU menerangkan, kepala Fahril diperkirakan tidak bisa mengecil. Meski sudah ada saluran untuk pembuangan cairan. Saluran itu supaya kepalanya tidak tambah besar.

Untuk penanganan yang bisa dilakukan, yakni mencegah terjadi kejang-kejang. Apabila itu terjadi Fahril bisa sampai pingsan. Pencegahan itu dengan diberi obat. “Dioperasi sekalipun sudah tidak bisa, dan yang bisa dicegah agar tidak terjadi infeksi yang berujung pada kejang. Intinya dijaga kesehatannya,” terangnya.

Dokter Aziz menambahkan, akan membuat jadwal petugas medis untuk mengontrol Fahril supaya perkembangannya terjaga. Mengingat pengobatannya rutin. Obat yang diminumnya juga setiap hari. Ini untuk mencegah infeksi.

Terkait kepesertaan JKN-KIS, Kepala DKK Kudus Joko Dwi Putranto mengatakan, masih ada kuota dari masyarakat yang mundur. Sebab, warga itu sudah ter-cover di perusahaan tempatnya bekerja. “Saat ini JKN-KIS dari APBD ada sekitar 23 ribuan kepesertaan. Untuk Fahril secepatnya kami proses dan lapor ke BPJS Kesehatan Kudus supaya kartunya bisa digunakan. Kalau melalui JKN-KIS nasional terlalu lama prosedurnya, maka lewat kami yang mengusulkan,” jelasnya. (san)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *