Jateng

Tampung Korban Gusuran BKT, Dinas Siapkan Tiga Pasar

Dinas Siapkan Tiga Pasar
CEK PASAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet saat memberi keterangan usai meninjau pasar klitikan.
DOKUMEN

SEMARANG – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menyiapkan tiga pasar tradisional. Ketiganya untuk menampung PKL korban gusuran proyek normalisasi Kali Banjir Kanal Timur (BKT) yang tidak tertampung di Pasar Klitikan yang berada di Penggaron Kecamatan Pedurungan.

“Tiga pasar tradisional pendukung PKL klitikan tersebut adalah Pasar Banjardowo Kecamatan Genuk, Pasar Waru di Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari, dan Pasar Dargo Kecamatan Semarang Timur,” kata Fajar Purwoto, Jumat (11/8).

Menurutnya, kapasitas Pasar Klitikan Penggaron Kecamatan Pedurungan mampu menampung 2300 PKL. Jumlah tersebut meliputi PKL Taman Progo, PKL Kokrosono, dan PKL-PKL di pinggir-pinggir jalan. “Semua PKL klitikan di Kota Semarang nantinya dipusatkan di Pasar Klitikan Penggaron, sebagai pusat klitikan di Kota Semarang,” tegasnya.

Sedangkan PKL yang berada di sepanjang bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) jumlahnya mencapai sekitar 1.500 PKL. Selebihnya, adalah PKL-PKL yang berada di pinggir-pinggir jalan di Kota Semarang. “Kalau dari kapasitas Pasar Klitikan Penggaron sudah 2.300 PKL, maka selebihnya para PKL klitikan akan ditampung di tiga pasar tersebut yaitu di Dargo, Sawah Besar dan Banjardowo,” tambahnya.

Saat ini, menurut Fajar Purwoto, pembangunan Pasar Klitikan Penggaron masih terus dikebut. Pembangunan meliputi terusan pembangunan Pasar Klitikan yang sempat tertunda dan ditambah dengan pembangunan lapak-lapak untuk PKL di sepanjang bantaran BKT. “Kami targetkan bahwa pembangunan Pasar Klitikan selesai akhir Nopember, lebih awal dari rencana sehingga Desember, fokus bisa sempat dilakukan penataan dengan cermat,” tambahnya.

Penataan para PKL dari sepanjang bantaran BKT ke Pasar Klitikan Penggaron, tujuannya untuk mempercepat pembangunan normalisasi BKT selesai tepat waktu 2,5 tahun, sehingga akhir 2019, Semarang wilayah timur bisa terbebas dari banjir dan rob. “Dan pada tahun 2020, Kota Semarang sudah benar-benar harus bebas dari banjir dan rob. Air laut pada saat pasang otomatis mengalir ke BKT yang telah dinormalisasi, ditambah dengan penataan drainase yang dilakukan pemerintah secara representatif,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet meminta agar Dinas Perdagangan menyiapkan lokasi untuk menampung seluruh pedagang. Salah satunya dengan mempercepat penyelesaian proyek pasar klitikan yang berada di Penggaron Kecamatan Pedurungan. “Kami melihat progres pembangunan pasar klitikan belum banyak, masih sedikit, saya kira perlu dipercepat sehingga bisa segera ditempati,” ujarnya.

Apalagi proyek normalisasi Kali BKT segera dilaksanakan seiring dengan ditetapkannya pemenang lelang oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. (sgt)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017