Kajen News

Kakek Cabuli Anak Kandung Berulang Kali, Ngaku Dirasuki Perewangan Nabi Sulaiman

Pelaku Pencabulan
JALANI PEMERIKSAAN – Seorang pria berusia 60 tahun, Kasmari, warga Bojong, mencabuli anak kandungnya sejak berusia 13 tahun. Ia kini ditahan di Polres Pekalongan.
TRIYONO

KAJEN – Seorang pria berusia 60 tahun, Kasmari, warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan tega mencabuli anak kandungnya, sebutnya saja namanya Melati, sejak berusia 13 tahun. Bejadnya, perbuatan itu dilakukan sudah berulang kali dengan alasan mendapat perintah perawangan nabi Sulaiman. Akibat perbuatanya, kini ia harus meringkuk dibalik jeruji besi Polres Pekalongan.

Informasi dihimpun, perbuatan bejad tersebut dilakukan sekitar tahun 2014 di rumahnya. Kepada korban, tersangka beralasan akan dirasuki perawangan Nabi Sulaiman, sehingga apapun yang diminta tidak boleh menolak. Apabila menolak, bisa berakibat fatal. Setelah dirasuki perewangan, ternyata tersangka meminta untuk berhubungan badan dengan korban. Korban pun tidak menolak permintaan ayahnya.

Akantetapi kejadian tersebut berulang kembali hingga kurang lebih 10 kali sejak tahun 2014 sampai dengan 2016.
Adanya kejadian itu, korban pernah nyampaikan kepada ibu kandungnya sekitar satu tahun yang lalu bahwa ia pernah berhubungan seksual dengan ayah kandung. Namun ibu kandungnya tidak percaya. Ibunya beranggapan yang “menggarap” anaknya perewangan suaminya, disamping itu ibunya tidak mempunyai bukti.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto membenarkan telah mengamankan pelaku bersama sejumlah barang bukti. Kata dia, pada Selasa tanggal 8 Agustus 2017 sekitar pukul 14.30 wib telah dilaporkan adanya orangtua yang melakukan hubungan layaknya suami istri dengan anak kandungnya.

“Korban adalah Ry usia 16 tahun yang merupakan anak kandungnya sendiri dan pelaku kini dikenakan pasal perlindungan anak,” terangnya.

Sementara tersangka, Kasmari, mengakui perbuatanya khilaf dan dilakukan secara spontanitas. Meski begitu ia mengaku sudah melakukan perbuatanya sejak tahun 2014 lalu.

“Tidak tahu karena tiba-tiba seperti itu,” ungkapnya. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *