Kajen

Warga Sempat Ragu Imunisasi Campak

Imunisasi
IMUNISASI – Program Imunisasi Campak (Measles) dan Rubella di Kabupaten Pekalongan tahap pertama telah mencapai 33,57 persen dari total sasaran vaksinasi 228.332 anak.
MUHAMMAD HADIYAN

Pencanangan Vaksinasi Capai 33,57%

Program Imunisasi Campak (Measles) dan Rubella di Kabupaten Pekalongan tahap pertama telah mencapai 33,57 persen dari total sasaran vaksinasi 228.332 anak. Berjalannya pelaksanaan pencanangan imunisasi tahap pertama sampai saat ini, belum ada kendala maupun penolakan dari warga yang enggan anaknya divaksinasi campak. Meski demikian, beberapa warga masih ada yang ragu dengan manfaat imunisasi atau pemberian vaksin campak tersebut.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, kemarin. Ia membenarkan, ada beberapa warga yang masih ragu. “Kalau penolakan terhadap vaksinasi ini, sampai sekarang belum ada. Kalau yang ragu ada beberapa, dan mereka meminta pihak Dinkes untuk datang. Lalu kami datang dan memberikan penjelasan kepada mereka terkait manfaat imunisasi ini sebagai pencegahan penyakit campak dan rubella. Setelah mereka menerima penjelasan kami, akhirnya mereka bersedia kalau anaknya diimunisasi,” jelas Setiawan.

Dalam pelaksanaan dilapangan, pihaknya tidak melakukan pemaksaan kepada masyarakat untuk mengharuskan anak-anaknya mengikuti vaksinasi. Namun, dengan sosialisasi dan edukasi yang diberikan oleh pemerintah tentang pentingnya imunisasi campak dan rubella ini cukup efektif membuat tanggapan positif pada masyarakat.

“Sejauh ini, masyarakat Kabupaten Pekalongan menanggapi dengan positif bahkan antusias dengan pencegahan campak dan rubella melalui imunisasi tersebut,” terangnya.

Dikatakan, imunisasi campak dan rubella tahap pertama ini sudah mencapai 33,57 persen. Setiap hari pencapaian itu terus merangkak naik. “Untuk tahap pertama dengan sasaran anak sekolah ini sudah ditargetkan selesai akhir Agustus ini. Kemudian dilanjutkan untuk tahap kedua pada Bulan September dengan sasaran bayi dan balita,” ungkapnya

Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr Sutanto Setiabudi, menyampaikan bahwa tujuan imunisasi MR adalah untuk memutus rantai penularan penyakit campak dan rubella sehingga anak-anak dan terutama ibu hamil dapat terlindungi dari penyakit tersebut.

Lebih lanjut dr Sutanto menyampaikan, sasaran imunisasi ini adalah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun sebanyak 228.332 anak yang terdiri dari anak usia 9 bulan sampai 7 tahun sebanyak 89.993 anak, usia 7 tahun hingga 15 tahun sebanyak 138.166 anak, sementara untuk kelompok anak tidak sekolah sejumlah 2.469 anak.

“Untuk Bulan Agustus, imunisasi diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dari PAUD sampai Sedolah Dasar, sedang untuk bulan September untuk balita dan anak usia pra sekolah,” jelas dr Tanto.

Lebih lanjut dr Tanto mengatakan jumlah pos imunisasi telah disiapkan di beberapa tempat seperti di Posyandu, PAUD, SD/MI dan juga di SMP/MTs/Pondok Pesantren. “Untuk anak-anak yang tidak dapat hadir di Pos atau tertunda karena alasan medis akan dilakukan kunjungan oleh petugas kesehatan Puskesmas dan Kades sehingga diupayakan tidak ada anak yang tidak diimunisasi,” ujarnya.

Ditambahkan dr Tanto, untuk mendukung pelaksanaan imunisasi serentak ini telah disiapkan logistik dari Kementrian Kesehatan yaitu berupa vaksin MR 28.542 vaksin, split ADS 0,5 ml, split 5 ml, safety Box, dan Vaksin Carrier. “Semua perlengkapan telah kami distribusikan ke Puskesmas sesuai dengan alokasi yang tersedia. Demikian pula untuk tenaga pelaksananya juga telah kami siapkan baik Supervisor, Vaksinator, Kader dan Guru UKS,” tambahnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *