Metro

IAIN Pekalongan Gelar Workshop ISO 9001:2015, Menuju Kampus Bermutu

IAIN Pekalongan Workshop
WORKSHOP – Narasumber Dr Suliswiyadi MAg dari konsultan TUV Rheinland Yogyakarta, sedang memberikan materi tetang manajemen mutu dalam Workshop ISO 9001:2015 yang digelar IAIN Pekalongan.

KOTA PEKALONGAN – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Pekalongan mengadakan kegiatan Workshop Manajemen Mutu berbasis ISO 9001:2015 di Hotel Dafam Pekalongan, belum lama ini.

Kegiatan ini diikuti oleh 44 orang yang terdiri dari para pejabat IAIN Pekalongan mulai Rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala unit, sampai gugus kendali mutu.

Ketua LPM Amat Zuhri MAg menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk usaha untuk menghadapi persaingan dalam kancah pendidikan tinggi di tingkat internasional, terlebih lagi agar perguruan tinggi bisa mendapatkan sertifikasi ISO.

Menurutnya, sertifikasi ISO juga dijadikan salah satu pertimbangan oleh perguruan tinggi luar negeri yang akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dari Indonesia.

“Untuk itulah, penting bagi perguruan tinggi yang belum mendapatkan sertifikasi ISO seperti IAIN Pekalongan, melakukan persiapan-persiapan guna mendapatkan sertifikasi ISO. Untuk menyiapkan hal itu, perlu kiranya semua civitas akademik, utamanya para pejabat, manajemen, dosen dan mahasiswa mengetahui apa dan bagaimana ISO, serta urgensinya bagi perguruan tinggi,” jelas Zuhri.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Pekalongan Dr H Ade Dedi Rohayana MAg. Turut hadir juga Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian Dr Saifudin Zuhri MSi.

Ade dalam sambutannya menyatakan, para peserta workshop diharapkan dapat mengaplikasikan wawasan dan pengetahuan selama mengikuti workshop guna meningkatkan mutu pendidikan di IAIN Pekalongan, karena semakin meningkatnya kepercayaan dan animo masyarakat untuk memilih IAIN Pekalongan. “Kita harus membangun komitmen bersama, sehingga IAIN Pekalongan berhasil memperoleh ISO,” katanya.

Dia menegaskan, untuk menjadi sebuah perguruan tinggi bermutu dan terdepan, IAIN Pekalongan memang masih memerlukan waktu panjang. Namun, hal itu akan segera tercapai jika diantara para pengelola kampus memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi dalam bekerja.

Bangsa Jepang, menurut Ade, termasuk bangsa yang suka bekerja keras, bahkan memiliki loyalitas pada bidang tugasnya. Mereka bisa lama bertugas di tempat kerjanya, dan tidak mau berpindah ke tempat lain. Hal yang sama hendaknya juga harus ditunjukkan oleh para pegawai IAIN Pekalongan, yakni bekerja keras serta menjaga loyalitas.

“Kita harus membangun sistem. Tetapi nanti tak perlu tahu siapa yang membangun sistem tersebut. Jika sistem sudah berjalan, kelak akan diteruskan oleh para pewaris kampus (IAIN Pekalongan) ini di kemudian hari,” ujarnya.

Workshop persiapan menuju ISO 9001:2015 mendatangkan narasumber langsung dari konsultan TUV Rheinland Yogyakarta Dr Suliswiyadi MAg. Suliswiyadi mengatakan sesungguhnya filosofi dari ISO 9001:2015 adalah apa yang terbaik buat lembaga, itulah yang harus dipenuhi, dievaluasi dan ditingkatkan. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *