Metro

Tanpa Imunisasi, Bukan Berarti Tak Jaga Diri

SDIT Ulul AlbabTolak Imunisasi Karena Ragu

Berbagai alasan menjadi pegangan para orang tua yang menolak anaknya diberikan imunisasi Measles Rubella (MR). Mereka memiliki alasan masing-masing.

Malekha salah satunya. Warga Kelurahan Buaran Kradenan tersebut mengakui menolak anaknya mendapatkan imunisasi MR. “Iya benar menolak. Bukan hanya MR, bahkan imunisasi lainnya sejak Salwa (nama sang anak) berusia 0 bulan pun tak saya berikan,” tuturnya, Jumat (11/8).

Terkait alasan, Malekha menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak informasi mengenai vaksin yang meresahkan hatinya, dan membuatnya ragu. Seperti bahwa vaksin mengandung bahan yang tidak halal hingga pemberian vaksin hanya merupakan konspirasi untuk tujuan yang lebih berbahaya. Hal-hal itu membuat ia ragu dan memutuskan untuk tidak memberikan imunisasi pada sang anak.

“Saya tidak akan memasukkan apapun yang tidak saya yakini ke dalam tubuh anak saya sendiri. Meskipun sebenarnya isu itu juga dibantah oleh berbagai pihak dengan penjelasan-penjelasan ilmiah. Tapi sekali lagi ini masalah keyakinan, dan saya sendiri meyakini itu. Sehingga mengambil keputusan berdasarkan apa yang menurut saya benar,” jelasnya.

Terkait kondisi sang anak, ia menyatakan bahwa hingga saat ini sang anak masih tetap sehat dan tidak terserang penyakit-penyakit yang melalui imunisasi tersebut dinyatakan dapat dicegah.

“Salwa masih sehat. Tapi saya menolak imunisasi bukan berarti tak menjaga diri ya. Saya menjaga kesehatan Salwa dengan memberikan madu dan sari kurma untuk daya tahan tubuhnya. Ketika umur 0 bulan, saya cuma olesi madu murni dan sari kurma di bibirnya tipis-tipis,” katanya lagi.

Sedangkan saat kecil, Malekha mengaku mendapatkan imunisasi secara lengkap. Saat itu, ia mengaku hanya menurut apa yang dilakukan oleh orang tuanya. “Saya waktu kecil imunisasi, karena memang ibu saya mengizinkan jadi saya nurut. Saat itu saya juga belum bisa menilai sendiri.

Tapi saat ini saya sudah bisa berfikir dan menimbang mana yang terbaik untuk anak saya. Di PAUD tempat anak saya sekolah, jadwal pemberian imunisasi MR yakni pada 22 Agustus. Rencananya saya dan Salwa tidak akan datang,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *