Batang

127 Napi Rutan Rowobelang Ajukan Remisi

Napi Melukis
MELUKIS – Tampak salah seorang penghuni Rutan Rowobelang sedang menjalankan aktifitas melukis.
M Dhia Thufail

BATANG – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72 Kemerdekaan, 127 orang narapidana (napi) yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Rowobelang, Kabupaten Batang, diajukan untuk mendapat remisi atau pengurangan hukuman.

Kepala Rutan Rowobelang Batang, M Ilham Agung Setiawan mengatakan bahwa salah satu hak yang dimiliki Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) adalah hak mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan. Karena remisi merupakan hak yang telah diatur secara tegas dalam pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

“Setiap narapidana yang memenuhi persyaratan, mempunyai hak untuk mendapatkan pengurangan masa pidana. Untuk mendapatkan remisi, setiap tahanan minimal masa hukumannya diatas 6 bulan. Serta dalam masa penahanan selama 6 bulan berkelakuan baik,” ujar Ilham, Jumat (11/8).

Disebutkan oleh Ilham Agung, sampai dengan saat ini Rutannya dihuni oleh tahanan sejumlah 107 orang, dengan narapidana sejumlah 145 orang, total WBP 252 orang. Dari jumlah napi 252 orang tersebut, ia mengatakan yang mendapatkan remisi umum I sebanyak 126 orang dan yang mendapatkan remisi umum II sebanyak 1 orang, sisanya tidak dapat remisi.

“Biasanya, dari total yang kami ajukan, minimal 90% lolos dan dapat remisi tepat 17 Agustus nanti,” ucapnya.

Dikatakan Ilham Agung, remisi yang diberikan kepada napi biasanya mulai dari 1 hingga 5 bulan. Tergantung dengan masa tahanan dan kelakuan baik selama menjalani hukuman. Sehingga pihaknya terus berharap, agar semua tahanan bisa berkelakuan baik, agar dalam pengajuan remisi bisa berjalan dengan baik dan disetujui.

“Melalui remisi juga dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat. Percepatan kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat juga akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dan keluarganya. Karena, bagaimanapun seorang narapidana adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga. Narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga,” tandasnya. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017