Batang

Belum Terima Ganti Rugi, Tanah Warga Sudah ‘Diurug’

Lahan Belum Ganti Rugi
PROTES – Warga yang protes terhadap tindakan pihak tim pengelola tol yang melakukan pengurukan lahan yang belum diganti rugi melakukan protes dengan memasang spanduk.
M Dhia Thufail

BATANG – Sejumlah 44 bidang lahan di Desa Sawahjoho, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang yang terkena imbas pengerjaan jalan tol ruas Pemalang-Batang sampai dengan saat ini belum juga dibebaskan.

Namun kini, 44 bidang lahan yang terdiri dari tanah milik warga, tanah bengkok dan saluran irigasi tersebut sudah rata dengan tanah. Karena pihak penggarap proyek, telah terlebih dahulu mengurugnya dengan tanah merah, tanpa seizin dan persetujuan warga terkena imbas.

“Lahan kami belum dibebaskan dan kami belum terima uang ganti ruginya, eh kok ini seenaknya main urug saja. Semestinya pihak tim pengelola tol (TPT) Pemalang-Batang, terlebih dahulu mengumpulkan warga pemilik lahan yang terkena imbas. Untuk merembuk masalah pembebasan dan ganti rugi, tapi ini kok sama sekali nggak ada tembungnya, langsung main urug saja,” ujar Sudarno, salah seorang pemilik lahan yang ditemui usai menggelar aksi unjuk rasa, Jum’at (11/8).

Hal tersebut menimbulkan gejolak bagi warga sekitar. Sehingga warga geram dan menggelar aksi masa. Warga menuntut agar pihak penggarap proyek bisa secepatnya membebaskan lahan mereka yang terkena imbas dan memberikan sejumlah uang ganti rugi.

“Kami sudah tiga kali menggelar aksi massa mas, menuntut agar segera dibebaskan dan diberikan ganti rugi. Namun belum juga dipenuhi. Puncaknya kemarin, kami gelar aksi lagi dan memberhentikan aktifitas pekerjaan mereka. Kami sudah begitu geram, karena lahan kami sudah tidak bisa lagi ditanam. Terlebih lahan sawah milik warga yang berada di sekitar proyek pengerjaan kini mati, karena saluran irigasi tak lagi bisa mengairi,” terangnya.

Sudarno menyebutkan bahwa sebenarnya, warga Sawahjoho sama sekali tidak menolak keberadaan proyek jalan tol. “Warga masyarakat justru mendukung dengan adanya pengerjaan jalan tol ini, karena untuk mengurangi kemacetan, untuk mengembangkan ekonomi pedesaan dan lain sebagainya. Namun kok malah warga dirugikan seperti ini,” ungkapnya.

Senada, dikatakan oleh Siswoyo, Kepala Desa setempat bahwa sebelumnya dirinya sudah memberikan peringatan kepada pihak penggarap proyek agar jangan dilakukan pengerjaan terlebih dahulu. Namun pihak penggarap tidak mengindahkan, malah justru mengobrak abrik lahan milik warga.

“Sudah saya peringatkan, agar lahan milik warga Sawahjoho jangan dikerjakan dahulu. Akan tetapi, setelah berapa hari kemudian saya dilapori warga pemilik lahan bahwa lahannya sudah dikerjakan oleh mereka. Lahan warga langsung diclearing setelah itu ditimbun. Padahal sama sekali belum ada pertemuan maupun persetujuan dari warga,” tutur Siswoyo.

Dibeberkan oleh Siswoyo, bahwa lahan sejumlah 44 bidang itu nantinya akan di bangun untuk interchange. “Desa Kalibeluk sudah dibebaskan, namun untuk Sawahjoho dan Candiareng belum dibebaskan. Untuk pemilik lahan itu terdiri dari 30 an milik warga, terus ada juga 6 bidang lahan tanah bengkok dan 2 bidang lahan irigasi,” tandasnya. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017