Batang

Sidak, Petugas Temukan Banyak Alat Cukur

Razia Rutan
RAZIA – Tim Satgas memeriksa setiap penghuni Rutan yang berata disejumlah guna mengantisipasi adanya barang-barang terlarang.
M Dhia Thufail

BATANG – Satgas gabungan Kamtib se Karisidenan Pekalongan Wilayah Timur yang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di rumah tahanan (Rutan) Rowobelang Batang, menemukan banyak alat cukur yang disembunyikan di dalam sel tahanan.

“Ini buat cukur anu pak, itu lho pak. Sudah ah pak, malu saya. Buat cukur ketek pak, nggak buat macam macam kok pak,” tutur salah seorang tahanan perempuan sambil tersipu malu saat ditanyai oleh petugas Rutan, Jum’at (11/8) malam.

Dijelaskan oleh Kepala Rutan Rowobelang Batang, M Ilham Agung Setiwan bahwa alat cukur ini merupakan benda yang dilarang untuk dibawa masuk kedalam sel tahanan. Karena termasuk benda yang membahayakan serta bisa untuk memicu keributan antar tahanan.

“Kalau alat cukur ini sebenarnya kan kita punya tempat cukur tersendiri, jadi memang untuk cukur ini kita khususkan. Kalau mereka mau cukur ya tinggal masuk kedalam ruang cukur. Jadi mereka tidak diperbolehkan membawa alat cukur sendiri kedalam sel tahanan. Fasilitas kita sudah memenuhi sebenarnya, cuman karena mereka kebiasaan ingin pegang sendiri ya akhirnya setiap ada razia pasti kita kumpulkan benda benda seperti ini,” ujar Ilham.

Pada gelaran Razia itu, petugas juga menemukan benda benda berbahaya lainnya, seperti ikat pinggang, pecahan kaca, korek gas, gunting kuku, sendok, kayu, tali, sikat gigi, dan obat obatan. Namun bukan obat obatan terlarang, melainkan hanya obat untuk flu saja.

“Kita lihat bersama, tidak kita temukan adanya narkoba serta alat komunikasi di dalam sel tahanan. Namun barang barang yang kita temukan ini juga termasuk dalam kategori barang yang berbahaya, makanya kita sita. Kita juga sita obat dari para tahanan, karena mereka tidak bisa membawa obat secara langsung ke dalam sel. Biasanya mereka akan mengambil obat ke klinik dan kemudian diberikan oleh petugas kesehatan,” terangnya.

Disebutkan oleh Ilham, dalam razia yang digelarnya tersebut, ia mengerahkan petugas gabungan dari Pemalang, Pekalongan dan Batang, hingga total petugas dalam razia itu berjumlah 60 orang. Yang dibagi kedalam 6 blok tahanan di Rutan Rowobelang. 5 blok tahanan laki laki dan 1 blok tahanan untuk perempuan.

“Sebetulnya sudah kami berikan himbauan dan berikan pengertian tentang tata tertib di dalam sel. Tapi dengan berjalannya waktu, ternyata juga masih ada yang menyimpan benda benda semacam ini. Ya, seperti inilah dinamika kehidupan di Rutan maupun Lapas. Makanya kita juga tidak memberikan arahan saja, namun kita juga lakukan action seperti razia ini,” katanya.

Untuk barang barang hasil sitaan, dikatakan oleh Ilham akan ia data terlebih dahulu yang selanjutnya akan dimusnahkan secara masal. Ilham juga menyampaikan, dari banyaknya penemuan barang barang berbahaya di dalam sel tahanan itu tidak menutup kemungkinan karena kelalaian petugasnya.

“Ya kalo dilihat dari jumlah petugas jaga ini memanglah kurang, tapi kita tidak hanya melihat karena petugas penjagaan kurang akhirnya pengunjung bisa lolos dari pemeriksaan. Namun yang jelas karena kelalaian petugas,” tandasnya.

Ilham menyebutkan, bahwa kapasitas sel tahanan di Rutan Rowobelang untuk saat ini sudah overload. Karena diketahui sampai dengan saat ini jumlah tahanan yang ada di Rutan Rowobelang berjumlah 252 orang. Sedangkan kapasitas yang diperuntukaan hanya berjumlah 217 orang saja. Ditambah, kini pihaknya kekurangan petugas penjagaan, karena diketahui hanya ada 36 orang petugas saja. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *