Batang Metro

Sampah Pasar Penuhi Alur Sungai

Sungai Sampah
SAMPAH – Terlihat, sepanjang alur sungai yang berada persis di depan pasar sementara Kabupaten Batang dipenuhi dengan tumpukan sampah.
M Dhia Thufail

BATANG – Kesemprawutan lingkungan pasar sementara Kabupaten Batang tak hanya terlihat pada penataan para pedagang kaki lima yang memenuhi bahu jalan, dan menyebabkan kemacetan sepanjang hari. Namun juga terlihat dengan banyaknya sampah yang berserakan dan tak sedap dipandang.

Keadaan lingkungan pasar sementara Kabupaten Batang kini terlihat sangat kumuh. Berbagai jenis sampah tampak terlihat berserakan. Terlebih, apabila sedikit menengok keadaan alur sungai yang ada persis didepan pasar itu. Bukannya dipenuhi dengan air, namun malah justru disesaki dengan berbagai macam limbah sampah yang entah dari mana asalnya.

“Sangat jorok sekali mas. Jadi jijik saya kalo lewat. Memang sifat atau watak orang Indonesia yang suka buang sampah sembarangan itu mungkin sudah mendarah daging, jadi tak bisa dihilangkan. Walaupun di lingkungannya itu terdapat tempat sampah misalnya,” ujar Supeno, salah seorang pengunjung pasar, Selasa (12/9).

Supeno menginginkan, agar pemerintah daerah setempat dapat menindak para pelaku yang seenaknya membuang sampah sembarangan. Karena menurutnya, apabila perilaku tersebut terus menerus didiamkan, maka dampak yang akan terjadi atau ditimbulkan malah justru akan merugikan seluruh warga Kabupaten Batang.

“Tentunya akan timbul banyak penyakit, dengan lingkungan yang kumuh tersebut. Kemudian, apabila volume sampah yang memenuhi sungai itu tiap harinya terus bertambah, maka akan menyebabkan banjir, karena saluran tak lagi lancar dan tersumbat. Untuk itu, segera pemerintah mengambil langkah tegas,” tambah Supeno.

Menanggapi hal itu, Kabid Pengelolaan Pasar dan Pedagang Kaki Lima Disperindagkop Kabupaten Batang, Edy Joko Priyanto melalui Kasi Pendataan, Pendaftaran dan Retribusi, Weni Ary Susanti menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar lingkungan pasar sementara tidak terlihat kumuh dipenuhi tumpukan sampah.

“Kurang ajar kalau sampah itu berasal dari pedagang. Karena kita sudah menyediakan fasilitas tempat sampah, serta menggolarakan kebersihan maupun kerja bakti. Dan tak ketinggalan, kita juga sudah sering peringatkan agar jangan membuang sampah sembarangan. Namun kembali lagi, itu menjadi karakter dan sifat orang masing masing. Kadang memang susah dibilangin dan cenderung seenaknya saja,” terang Weni.

Disebutkan Weni, pihak Dinas Lingkungan Hidup pun sudah berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar dari sampah, dengan mengambil kantong kantong sampah yang ada di pasar setiap sore hari. Namun nyatanya, masih saja ada sampah yang luput dan menjadi tumpukan yang tidak enak dipandang dan dicium oleh orang.

“Kita sudah menyediakan tempat sampah dan kita sudah menyediakan para pekerja kebersihan untuk menyapu sampah. Namun kalau para pedagang maupun pengunjung tetap berperilaku seperti itu, masak kita harus 24 jam mengawasi kan nggak mungkin mas. Harusnya kesadaran dari para pedagang itulah yang semestinya dibangun,” tandasnya. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo