Featured Jateng

Melihat Keseharian Tersangka Pemroduksi Obat Kuat Ilegal di Jepara

*Istri Tak Mau Keluar Rumah, Sempat Kejar-kejaran dengan Anak Tersangka

Muhamad Nazarudin, 38, tersangka pengedar dan pemroduksi obat kuat ilegal di Jepara, dikenal tetangga sebagai sosok dermawan. Rumahnya cukup mewah dibandingkan lingkungan sekitarnya. Jawa Pos Radar Kudus mendatangi rumahnya di RT 1/RW 1 Desa Jambu Timur, Mlonggo, Jepara, kemarin. Seperti apa? MUHAMMAD KHOIRUL ANWAR, KUDUS

Melihat Keseharian Tersangka Pemroduksi Obat Kuat Ilegal di Jepara
TAK ADA AKTIFITAS – Rumah tersangka pengedar dan pemroduksi obat kuat ilegal Muhammad Nazarudin di RT 1/RW 1 Desa Jambu Timur, Mlonggo, Jepara, tampak sepi kemarin.
MUHAMMAD KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS

RUMAH tersangka sindikat pengedar dan pemroduksi obat kuat ilegal yang dibongkar Polda Jateng hingga kemarin tertutup rapat. Padahal, di dalam rumah ada penghuninya. Istri dan anak tersangka diduga ada di dalam. Itu terlihat dari pakaian yang dijemur di samping rumahnya.

Tak hanya wartawan koran ini, ketua RT 1/RW 1, Dukuh Krajan, Desa Jambu Timur, Mlonggo, juga tak dapat menemui istri tersangka saat berkunjung. Sang istri memilih bersembunyi di dalam rumah. Istri tersangka juga tidak diperbolehkan menerima telepon dan memberikan keterangan kepada siapapun.

Sebelumnya, Muhammad Nazarudin, 38, ditangkap Polda Jateng saat hendak mengirim paketan obat kuat di Kantor Pos Kamis (14/9) lalu. Pengungkapan ini bermula petugas Ditreskrimsus Polda Jateng mendapat laporan masyarakat soal obat kuat ilegal yang beredar. Obat ilegal tersebut dipasarkan melalui media sosial.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, kondisi rumah milik tersangka sepi. Rumah bercat abu-abu itu terdapat garasi mobil di depan. Ukurannya sekitar 6 x 9 meter. Kondisi rumah bagus dengan desain minimalis. Hanya saja, halaman rumahnya yang sudah diplester itu banyak sampah daun kedondong. Lantai terasnya juga banyak debu.

Wartawan koran ini sempat mengetuk pintu berkali-kali. Namun tidak ada jawaban dari dalam. Padahal terlihat jemuran milik penghuni rumah. Selain itu, terdengar suara dari dalam.

Setelah menunggu kira-kira setengah jam, seorang anak yang diduga anak pertama tersangka pulang dari sekolah. Anak yang berinisial MR ini lantas mengetuk pintu. Lama menunggu sekitar lima menit juga tak ada jawaban. Ditanya keberadaan ibunya, bocah berusia 11 tahun yang baru kelas VI SD ini mengaku tidak tahu. “Tadi pagi ada sama Om,” jawabnya polos.

Tak berselang lama, MR pun dihampiri temannya yang juga berusia sekitar 11 tahun. Temannya mengatakan ada seseorang yang menunggunya di seberang jalan. Wartawan koran ini pun mengikutinya dari belakang. Terlihat MR membonceng seseorang dan berjalan dengan kecepatan tinggi. Akhirnya terjadilah kejar-kejaran di sekitar rumah korban hingga di ujung jalan.

Pengendara motor yang memboncengkan MR pun mengelabuhi wartawan koran ini dengan belok ke kiri lalu ke kanan yang kemudian hilang tidak terpantau.

Harsono Hasan, 52, ketua RT setempat mengaku sudah datang ke rumah tersangka untuk mengetahui kebenaran penangkapan Muhammad Nazarudin alias Nasir. Namun pihak keluarga tidak mau memberikan keterangan apa-apa. “Saya tidak dibukakan pintu. Namun saya tahu mereka ada di dalam. Anaknya saja sekolah,” ungkapnya.

Harsono-panggilan kesehariannya-mengatakan, baik Nasir maupun istrinya memang dikenal baik di lingkungan warga sekitar. Keduanya sering hadir dalam rapat RT atau kegiatan lain. Selain itu orangnya juga sopan dan halus, sehingga membuatnya tidak percaya kalau ditahan pihak kepolisian. “Saya kaget. Maklum, dia tidak memiliki masalah apa-apa di kampung,” ungkapnya.

Dia mengaku, Nasir pindahan dari Demak sekitar lima tahun lalu. Tersangka memiliki dua anak. Pertama kelas VI SD. Kedua kelas I SD. Istrinya sendiri sedang mengandung lima bulan.

Kepindahannya itu disambut baik warga desa. Bahkan keduanya terkenal dermawan. Sering memberi beras atau uang kepada warga.

Saat ada hajatan di rumah ketua RT, keduanya memberi beras kepada warga yang hadir. “Terkenal dermawan. Sering bagi-bagi uang kepada warga juga,” ungkap Ris Puriyani, istri Harsono.

Namun Ris mengaku istri tersangka memang tertutup dengan warga desa. Bahkan ditanya tentang usahanya juga tidak banyak menjawab. “Katanya si jualan online. Saya malah kurang tahu (jualan apa),” tegasnya.

Ditanya harta kekayaan, dia mengaku, Nasir memiliki rumah dan tanah yang dibeli dari Khadiq, tetangga samping rumah pelaku. Selain itu, pelaku juga memiliki dua mobil berupa sedan hitam dan Xenia putih. “Aktivitasnya malam hari. Jadi sering ada mobil keluar masuk mengangkut barang dari rumah Pak Nasir. Mungkin ya ngangkut obat itu,” jelasnya.

Dia juga menceritakan, tersangka dan keluarganya sering jalan-jalan setiap akhir pekan. Tak heran karena terkenal sebagai pengusaha sukses.

Kapolres Jepara AKBP Yudi Adhi Nugroho mengatakan, pihaknya telah mengantar tim dari polda ke tempat produksi obat kuat ilegal. Untuk pengamanan lokasi, dia di back-up dari Polsek Mlonggo.

Adapun langkah selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk meminta data valid melakukan pengecekan. Selain itu, pihaknya telah menginstruksikan kapolsek dan bhabinkamtibmas di setiap desa untuk melakukan penyisiran kasus serupa di Jepara. Jika ada dapat segera ditindaklanjuti. Jika tidak ada pihaknya tetap waspada mengingat banyaknya pemberitaan penjualan obat ilegal di masyarakat. (mal)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *