Featured Kendal

Hadirkan Bus Pariwisata Sikenang, Tiap Pekan ke Kendal

Pemkab Kendal dan Pemkot Semarang Kerjasama di Bidang Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bidang pariwisata. Seperti apa? NUR KHOLID MS, Kendal

Dua daerah terlihat serius kerja sama di bidang Pariwisata. Salah satunya kerjasama dengan menghadirkan bus pariwisata Sinergi Kendal Semarang (Sikenang). Bus tersebut direncanakan setiap pekan akan datang di Kabupaten Kendal membawa wisatawan untuk mengunjungi objek wisata yang dimiliki Kabupaten Kendal.

Senin (9/10) kemarin, bus pariwisata tersebut membawa rombongan Tim PKK Kota Semarang yang dipimpin Krisseptiana, istri Wali Kota Hendrar Prihadi, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Masdiana Safitri. Rombongan PKK mengunjungi objek wisata (OW) Pantai Cahaya di Kecamatan Rowosari. Namun karena kondisi infrastruktur kurang mendukung, bus bertingkat itu terpaksa berhenti di SMA 1 Weleri. Kemudian tamu undangan diantar menggunakan mobil yang telah disiapkan Pemkab Kendal.

Bupati Mirna Annisa mengatakan, dengan launchingnya bus dan kerjasama bisa meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mempromosikan wisata Kendal kepada Kota Semarang. “Objek wisata Kendal tidak kalah menarik dari daerah lain. Bus pariwisata ini bisa menjadi sarana promosi Kendal kepada warga Semarang,” kata dia.

Istri Wali Kota Semarang, Krisseptiana, mengatakan, Kabupaten Kendal diibaratkan seperti mutiara.
Butuh sentuhan atau polesan agar bisa menjadi lebih baik dan menarik masyarakat. “Harapannya kerjasama ini bisa menguntungkan kedua belah pihak,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Disbudpar Kota Semarang, Masdiana Safitri. Kata dia, Semarang dan Kendal merupakan satu wilayah, Kedungsepur. Ini salah satu wujud kerjasama poros Semarang di bidang pariwisata dan perhubungan yang sama-sama membangun jalur trayek baru khusus wisata Kendal-Semarang, karena secara geografisnya sangat berdekatan dan secara pariwisata juga berbeda. Ini bisa sebagai wisata terusan. “Kita harus saling sinergitas antara Kendal-Semarang. Kami dari pariwisata menggandeng PKK, karena peran PKK lebih telaten dalam sosialisasi dan pengembangan-pengembangan obyek wisata. Seperti yang di OW Pantai Cahaya ini, kemungkinan besar disamping Pokdarwis yang kita lakukan juga peran PKK ini sangat membantu dalam pengembangan pariwisata,” kata dia.

Masdiana menyatakan, untuk poros Semarang, pariwisata sudah membentuk sesuai dengan hasil MoU antara Bupati Kendal dengan Wali Kota Semarang, dan Bupati Wali Kota se Kedungsepur sudah ada bus pariwisata besar yang sudah dilakukan promosi secara bersama-sama. Sasarannya tidak hanya untuk kunjungan wisata lokal saja, tetapi sudah mengarah ke nusantara dan Internasional. Market wisatanya adalah Tiongkok dan Asean. “Kebetelulan kami sudah dinilai dari pusat untuk wisata kota pariwisata bersih tingkat Asean. Kalau kita bisa bersama-sama, satu dengan lainya bersinergi melakukan pengembangan pariwisatanya, tentunya saling menguntungkan, apalagi Kendal punya kawasan KIK, ini luar biasa untuk investasi, ini harus dikembangkan kita bersama-sama dengan Kota Semarang,” terang dia.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Moh Toha, menyatakan, kondisi infrastruktur di Kendal masih belum memadai, karena bus yang masuk jenisnya besar dan tinggi. Hal itulah yang menjadi kendala, sehingga ke depan infrastruktur yang berkaitan dengan penunjang pariwisata harus ditingkatkan. “Jalan, jaringan listrik, ranting pohon perlu dibenahi. Kunjungan ini tindak lanjut kerjasama yang dilakukan beberapa hari lalu. Rencana setiap pekan bus akan ke objek wisata di Kendal. Kami juga mengusulkan tidak selalu menggunakan bus tingkat, tetapi juga bus tidak tingkat, karena kondisi topografi Kendal cukup ekstrim, karena ada tanjakan, tikungan dan lain sebagainya,”kata dia. (*/adv)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *