Kajen Pendidikan

Les Calistung Gratis di Sekolah

MIS Kertijayan
ISTIRAHAT – Siswa MIS Kertijayan yang mengikuti les calistung sedang bersiap menunaikan ibadah sholat.
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

*MIS Kertijayan

BUARAN – Demi meningkatkan kualitas pendidikan serta mengurangi angka tinggal kelas, Madrasah Ibtidayah Salafiyah (MIS) Kertijayan menyelenggarakan program les gratis bagi siswa kelas I dan II. Adapun pelajaran yang diberikan adalah baca tulis hitung (calistung). Demikian disampaikan Kepala MIS Kertijayan, Ghoyatul Ianah kepada Radar, Selasa (10/10).

“Yang utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MIS Kertijayan, kemudian juga untuk mengurangi angka tinggal kelas. Pernah dalam satu kelas terdapat 4-10 siswa yang tidak naik kelas, setelah program ini berjalan jumlah siswa yang tinggal kelas hanya 1-2,” terangnya.

Dijelaskan, program ini sudah dijalankan sejak tahun 2015, ketika dirinya pertama kali menjabat sebagai kepala madrasah. Siswa kelas I dan II harus berangkat jam 6 pagi untuk mendapatkan les gratis ini. Kegiatan ini diterapkan setiap hari hingga siswa dinyatakan lulus program calistung oleh guru.

Dengan mendatangkan guru kontrak dari luar sekolah, MIS Kertijayan membagi kelas siswa berdasarkan kemampuan calistung. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah evaluasi pemahaman siswa terhadap pelajaran yang diberikan. Segala biaya operasional les gratis ini ditanggung oleh pengurus madrasah.

“Pengurus melihat beban guru sangat besar karena harus mengampu kelas gemuk dengan jumlah siswa 40-42 setiap kelas, dengan 40 jam mengajar. Makanya, pengurus memberikan fasilitas berupa program les gratis ini yang sangat meringankan tugas guru,” ujarnya.

Selain kelas I dan II, program les gratis juga diperuntukkan bagi siswa kelas VI. Mata pelajaran (mapel) yang diajarkan adalah matematika. Bu Ghoya menuturkan bahwa matematika menjadi mapel yang menakutkan bagi siswa. Oleh karena itu, dirinya ingin menghilangkan ketakutan siswa terhadap mapel ini dengan membiasakan dan melatih mereka setiap hari. Les matematika gratis ini juga diadakan pada jam 6 pagi sejak semester ganjil. Pada semester satu, les matematika diajarkan oleh guru kontrak, sedangkan pada semester dua diajarkan oleh guru yang mengampu mapel matematika.

Diceritakan oleh Bu Ghoya, bahwa wali murid memberikan respon baik terhadap program les gratis. Tidak adanya tambahan biaya menjadi salah satu alasan wali murid mendukung program ini. “Karena mereka sudah tahu, jika memanggil guru les pasti ada biayanya. Nah ini gratis di sekolah, tinggal orang tuanya mau mengantar anak sekolah atau tidak,” tambah kepala sekolah yang menjabat sejak 2015 ini. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *