Kajen Pendidikan

Kelompok Literasi Pekalongan Sebar Virus Membaca

Kelingan Sebar Virus Membaca
KOTA – Masyarakat membaca buku yang disediakan oleh Taman Baca Kelingan di Lapangan Mataram.
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

*Kelompok Literasi Pekalongan (Kelingan)

KOTA – Muhammad Ulin Nuha dan Najib Abidin, dua mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan, berinisiatif untuk mendirikan komunitas di bidang literasi, yang diberi nama Taman Baca Kelompok Literasi Pekalongan (Kelingan). Dengan tagline “Menyebar Virus Baca”, komunitas yang bergerak di bidang literasi ini bertujuan meningkatkan minat baca di masyarakat.

“Minat baca masyarakat kita kan masih kurang. Kalau di Pekalongan, kita cari buku kan susah. Biasanya toko buku lebih banyak menjual alat tulis. Waktu itu bertepatan kegiatan penerimaan mahasiswa baru di IAIN, ada tugas untuk membawa buku. Nah aku melihat kesempatan itu. Akhirnya aku minta buku ke dema mahasiswa sebanyak 100 buku. Setelah itu kita buka lapak di trotoar depan kampus, iseng kita posting di media sosial, ternyata banyak respon positif,” ujar Ulin, sapaan akrabnya.

Setelah mendapatkan respon positif dari masyarakat, Ulin dan Najib semakin yakin untuk mengembangkannya menjadi sebuah komunitas. Pada Agustus 2017, berdirilah taman baca Kelingan secara resmi. Nama Kelingan dipilih setelah diskusi panjang, dan dimaksudkan agar masyarakat Pekalongan senantiasa “Kelingan” atau ingat untuk membaca.

Taman baca ini juga terinspirasi dari ajakan pemerintah untuk meningkatkan minat baca masyarakat, seperti program kirim buku gratis setiap tanggal 17 yang digagas di era Jokowi.

Ulin mengakui bahwa sebagai komunitas yang baru berusia tiga bulan, banyak kendala yang dialami, diantaranya ketiadaan sekretariat. Sementara ini, buku-buku milik komunitas ini masih disimpan di ruang sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Mizan IAIN Pekalongan.

“Kita masih kesulitan juga dalam mengangkut buku-buku ketika buka lapak. Kita masih menyimpan buku di kardus. Sementara ini total empat kardus besar. Kalau kita mau buka lapak, repot karena kita naik motor dan belum punya tempat yang muat untuk mengangkut semua buku,” lanjutnya.

Sebagai bukti konsistensi dalam bidang literasi, komunitas ini mengadakan buka lapak dua kali dalam seminggu, yakni pada malam Minggu di Lapangan Jetayu dan Minggu pagi di Lapangan Mataram. Bermodalkan tikar dan banner bekas, buku-buku yang tersimpan di dalam kardus akan ditata agar bisa dibaca oleh masyarakat umum. Tidak hanya dibaca di tempat, buku yang disediakan Kelingan juga bisa dipinjam dan dibawa pulang. Peminjaman buku ini tidak terbatas pada anggota saja, tetapi juga non anggota dengan jaminan identitas asli. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *