Nasional News

Pasca-Imunisasi MR, Bocah 2 Tahun Tidak Bisa Jalan

Pasca-Imunisasi MR, Bocah 2 Tahun Tidak Bisa Jalan copy
DIRAWAT – Kinanti saat ini diketahui dirawat di ruangan ICU (Intensive Care Unit) RSUD dr Slamet Garut.
DETIK

Garut – Kinanti Enjelin (2) bocah perempuan asal Kampung Kondangsari, Desa Kertajaya, Cibatu, Garut, Jawa Barat mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Keluarga mengatakan Kinanti tiba-tiba tidak bisa jalan setelah diimunisasi Measles Rubella (MR).

Ai Lisna, ibu Kinanti mengatakan putrinya tersebut dalam kondisi sehat dan bugar sebelumnya. “Diimunisasinya di posyandu. Tidak ada tanda apa-apa awalnya, tapi setelah lima harian anak saya lumpuh,” ungkap Ai seperti dilansir detikcom, Selasa (10/10).

Ai mengatakan anaknya diimunisasi pada tanggal 13 September 2017 lalu. Kelumpuhan pada anaknya tersebut diketahui saat anaknya enggan beranjak dari tempat tidur.

“Saya kira dia malas bangun, tapi pas dia mau jajan terus berdiri tapi dia jatuh lagi,” katanya.

Ai kemudian membawa anaknya tersebut ke RSUD dr Slamet Garut untuk diobati. Kinanti saat ini diketahui dirawat di ruangan ICU (Intensive Care Unit) RSUD dr Slamet Garut.

“Sudah sembilan hari dirawat. Awalnya dibawa dulu ke Puskesmas Cibatu, kemudian dirujuk ke sini (RSUD dr. Slamet),” katanya.

Ai berharap agar anaknya tersebut cepat pulih dan dalam kondisi normal kembali. “Harapan saya mah supaya anak saya cepat sehat lagi aja,” ujarnya.

Sementara itu Humas RSUD dr Slamet Garut Lingga Saputra menyatakan berdasarkan pemeriksaan sementara dokter, pasien mengalami kelainan saraf.

“Cuman untuk indikasi apakah terkait dengan rubella atau bukan itu kewenangan dinkes untuk menyampaikan. Sekarang pasien tersebut masih ditangani oleh dokter di ruangan ICU,” katanya.

Ditemui di tempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Garut Tenni Swara Rifai mengatakan penyebab kelumpuhan yang dialami Kinanti masih didalami.

“Jadi gini, sebelum imunisasi dia sempat terjatuh juga. Sayangnya orang tua tidak langsung membawa ke puskesmas atau rumah sakit, tapi dirawat di rumah,” ungkap Tenni di kantornya, Jalan Proklamasi, Tarogong Kidul, Garut, hari ini.

Tenni menjelaskan hal tersebut mengakibatkan keterlambatan penanganan. “Seharusnya saat ini dirujuk ke RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) tapi penuh. Jadi sekarang dirawat di RSUD dr. Slamet,” katanya.

Tenni menambahkan saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan RSUD dr Slamet Garut dalam penanganan pasien.

“Terus kita tangani. Belum bisa disimpulkan apa yang menjadi kelumpuhan, yang pasti masih ditangani tim dokter,” ungkapnya. (dtk)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *