Kajen News

Awas Bahaya Rokok Elektrik!

Rokok Fitting Lampu
ROKOK FITTING – Seorang anak mengabadikan pengalamannya merokok dengan fitting lampu melalui video yang diupload di youtube.
YOUTUBE

Kini Banyak Dilakukan Anak SD

Para orang tua di Pekalongan harus mulai waspada dengan pergaulan anaknya. Belakangan ini banyak anak SD yang mencoba meniru orang dewasa merokok dengan rokok elektrik (vape). Hanya saja masalahnya, mereka merakit sendiri rokok elektrik tersebut dengan bahan dasar fitting lampu.

Dengan bermodal melihat video tutorial di youtube, anak-anak yang rata-rata usia SD ini meracik sendiri mesin rokok elektriknya dengan bahan fitting lampu. Seperti rokok elektrik pada umumnya, mereka memasukkan kapas ke dalam fitting yang sudah diracik itu, lalu ditetesi liquid sebelum dibakar dengan korek api.

Belum ada penelitian medis terkait bahaya rokok elektrik berbahan fitting tersebut. Namun, dari beberapa narasumber yang Radar temui, rata-rata rokok itu memberi efek candu kepada pemakainya.

Fitria (25), warga Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan mengatakan, belum lama ini pihaknya diundang pihak sekolah lantaran keponakannya terbukti membawa fitting rokok itu di dalam tas. Keponakannya yang baru kelas 5 SD itu dikabarkan membawa barang tersebut bersama ketujuh temannya.

“Waktu itu keponakannya saya lagi ujian tengah semester. Tasnya diperiksa, dan didapati fitting lampu dan korek api. Ternyata fitting ini digunakan untuk merokok. Disedot, kemudian keluar asapnya,” ujar Fitri, kemarin.

Ia pun belum tau kandungan liquid yang digunakan untuk rokok fitting elektrik tersebut. “Apakah mengandung bahan kimia berbahaya, atau tidak. Saya juga nggak tau, dia dapat dari mana liquidnya. Katanya beli dari orang,” terangnya.

Sejak memakai barang tersebut, keponakannya sempat merasa sesak napas. Namun, setelah dinasehati dengan baik oleh orang tua dan pamannya, keponakannya tersebut kini berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Saya harap, para orang tua turut memantau anaknya. Karena rokok yang memakai fitting lampu ini lagi marak digunakan oleh anak-anak usia SD,” tandasnya.

Senada diungkapkan Andre (27), warga Kedungwuni. Ia mengatakan, belakangan ini dirinya sering mendapati anak-anak SD membeli fitting di toko listrik. Bahkan, mereka secara terang-terangan membawa fitting yang sudah diracik jadi rokok elektrik itu di depan umum.

“Kalau bisa pihak pemerintah, khususnya Dinkes juga turut meneliti bahaya rokok tersebut. Apabila memang bahaya, kalau bisa ada monitor dan sosialisasi di sekolah-sekolah. Biar anak-anak tahu bahaya rokok fitting tersebut. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *