Batang News

Akhir Bulan, Santunan Kematian Mulai Diberikan

ziarah makam Syaikh Faturohman
ZIARAH – Bupati Batang, H Wihaji mengikuti khaul dan ziarah makam Syaikh Faturohman di Desa Harjowinagun Barat, Kecamatan Tersono.
M Dhia Thufail

BATANG – Salah satu program kerja unggulan Bupati dan Wakil Bupati Batang dalam jangka waktu dekat ini akan segera direalisasikan. Program kerja itu yakni pemberian santunan kematian bagi orang miskin sebesar Rp 1 juta.

Seperti dibeberkan Bupati Batang, H Wihaji dalam gelaran ziarah dan khaul Syaikh Faturohman, Rabu (11/10) kemarin di Desa Harjowinagun Barat Kecamatan Tersono. Wihaji menyampaikan, bahwa program kerjanya berupa pemberian santunan kematian akan mulai dilaksanakan pada akhir bulan Oktober 2017 mendatang.

Akan tetapi, menurutnya pemerintah daerah baru mampu memberikan santunan kematian sebesar Rp 1 juta bagi orang miskin yang meninggal dunia. Namun nanti, apabila anggaran dana pemerintah daerah sudah mencukupi, pemberian santunan kematian itu akan menyasar seluruh warga.

“Akhir bulan ini santunan kematian bisa di laksanakan. Jadi bagi masyarakat miskin yang ingin mendapatkan santunan segara mendaftarkan pihak keluarganya yang meninggal dunia,” beber Bupati.

Dalam kunjungannya pada gelaran khaul itu, Wihaji juga mengatakan, bahwa ia merasa senang dan bangga ketika masyarakat tidak melupakan sejarah asal usul mereka. Selain itu juga mengetahui dan mengerti akan tokosh tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah mewarisi dakwah keislamannya.

“Khaul termasuk tradisi yang baik, yang perlu di lestarikan. Saya senang berziarah, karena sebagai pengingat asal usul kita yang suatu saat kita juga akan meninggal. Dengan khaul kita juga dapat mengetahui pelaku sejarah yang mewariskan. Namun jangan sampai kita terjebak akan syirik, kita hanya mencari ridho Allah dan meneladani ketohohanya saja,” ungkap Wihaji.

Kepala Desa Harjowinangun Barat, Musonif mengatakan, bahwa Syaikh Faturohman merupakan tokoh pendiri desa yang dapat memakmurkan Desa Harjowinganu yang berasal dari keraton Surakarta.

“Syaikh Faturohman pendiri desa yang dapat membuka saluran irigasi persawahan. Sehingga pertanian Desa menjadi makmur. Sehingga Desa ini dinamakan Harjowinangun, yang artinya Harjo itu makmur dan winangun itu pantas, jadi Harjowinagun itu pantas makmur,” terang Musonif.

Untuk ketokohan Syaikh Faturohman, dikatakan Musonif dapat menyatukan semua lapisan masyarakat. Menurut Musonif, Syaikh Faturohman ini dalam berdakwah dan mensyiarkan agama Islam dapat di terima serta diamalkan oleh masyarakat dengan baik. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *