Batang

Promosi Wisata Tahunan, Kenalkan Potensi Daerah

Promosi Wisata
KUNKER – Komisi C DPRD Batang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ogan Ilir guna memkpelajari upaya peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
M Dhia Thufail

BATANG – Hampir semua desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan mempunyai potensi wisata yang dapat dijual keluar daerah. Mulai dari potensi wisata alam, sejarah, budaya, industri kerajinan dan keseniannya.

“Dari total 16 Kecamatan, 7 Kelurahan dan 241 desa yang ada, hampir semuanya mempunyai potensi wisata. Sehingga pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata cukup mudah untuk mengkoneksikannya dan mempromosikannya,” ujar Kepala Bagian Umum dan Protokol Setda pemkab Ogan Ilir, Muttabah, SP saat menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Batang.

Disebutkan Muttabah, sejumlah potensi wisata yang cukup dikenal di Kabupaten Ogan Ilir diantaranya, pantai jodoh, teluk seruo, perairan sungai ogan, danau lebong karangan, tanjung laut, tanjung putus dan lebak palas.

Sedang untuk industri kerajinannya ada rumah bongkar pasang (Knockdown), pandai emas, perak besi dan alumunium, tenun songket, industri kerupuk kemplang dan masih ada puluhan kerajinan lainnya. Tak ketinggalan, untuk wisata kulinernya ada pindang pegagan, pindang meranjat dan dodol khas Ogan Ilir.

“Untuk mengenalkan seluruh potensi wisata yang ada di Ogan Ilir, kami rutin menggelar promosi wisata tahunan. Ada banyak gelaran promosi wisata yang kami adakan. Seperti dengan mengadakan pemilihan 7 pasangan duta wisata Ogan Ilir, perayaan HUT Ogan Ilir, gelaran pameran industri kerajinan dan gelaran festifal Bidar (lomba dayung perahu),” terangnya.

Selain itu, untuk membesarkan potensi wisata yang ada, pemerintah daerah mengadakan program kewirausahaan. Yang nantinya, hasil kerajinan dari program kewirausahaan itu akan diambil untuk dipromosikan ke luar daerah.

“Kami juga mendapatkan bantuan dana dari Kementerian pusat untuk para kelompok pengrajin, dengan besaran nominal tiap kelompok Rp 20 juta. Serta juga bantuan dana yang masuk ke DAK kita, sebesar Rp 1 milyar, dan pada tahun 2018 nanti kita akan ajukan Rp 7,5 milyar,” bebernya.

Namun dikatakan Muttabah, karena Kabupaten Ogan Ilir baru terbentuk selama 12 tahun. Sehingga sampai dengan saat ini pihaknya belum bisa memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Belum ada penarikan retribusi untuk seluruh potensi wisata yang ada. Karena kami belum mempunyai peraturan daerah (Perda) yang mengaturnya. Jadi tidak ada pemasukan PAD dari sektor wisata,” katanya.

Ketua komisi C DPRD Batang, Sunarto mengharapkan agar desa desa di Kabupaten Batang juga bisa menonjolkan potensi wisata maupun produk produk unggulannya. Agar pemerintah daerah dapat mempromosikannya ke luar daerah.

“Saya kira Kabupaten Batang juga mempunyai potensi potensi seperti yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Hanya saja belum terekspos keluar. Apabila potensi itu ada, maka pemerintah daerah saya rasa mau dan mampu mempromosikannya, melalui promosi atau kalender wisata tahunan misalnya,” tandasnya. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *