Kajen Pendidikan

Minim Siswa, SDN 01 Kertijayan Minim Delegasi

SDN 01 Kertijayan
MEMBACA – Siswa SDN 01 Kertijayan sedang membaca buku di sudut baca.
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

BUARAN – Menjelang lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam (Mapsi) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Buaran pada Selasa (17/10), Kepala Sekolah SDN 01 Kertijayan, Sutanto, mengaku kesulitan dalam mengirim delegasi lomba. Hal ini dikarenakan jumlah murid yang minim. Jika ditotal, siswa dari kelas I hingga kelas VI hanya berjumlah 76 siswa.

“Ya kalau ada lomba gini susah, kita tidak bisa berpartisipasi maksimal. Nanti ada lomba Mapsi, lalu ada lomba karakter. Kita hanya kirim delegasi beberapa cabang lomba saja, tidak semuanya,” jelasnya.

Dijelaskan, SDN 01 Kertijayan hanya mengirimkan delegasi untuk lomba individu, sedangkan untuk lomba beregu dirinya merasa keberatan. Siswa akan didelegasikan ke dalam cabang lomba yang berpotensi mendapatkan juara. Hal ini dilakukan agar minimnya delegasi tetap bisa membuahkan hasil juara.

Diceritakan, murid di SDN 01 Kertijayan memang minim sejak dulu, sebelum Sutanto menjabat pada 2015. Menurut kepala sekolah yang juga mengajar kelas 1 dan 2 ini, minimnya jumlah murid di SD ini karena masyarakat sekitar yang cenderung menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis agama atau madrasah. Sekitar 300 meter dari sekolah ini terdapat MIS Wonoyoso dengan jumlah murid yang lebih banyak.

Pak Tanto, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa dirinya sudah berusaha untuk memberikan program inovasi agar masyarakat tertarik untuk menyekolahkan anaknya di SDN 01 Kertijayan. Beberapa inovasi tersebut diantaranya, pengadaan ekstrakulikuler drumband, sudut baca, dan sholat berjamaah. Pada tahun ajaran 2016/2017, inovasi ini membuahkan hasil dengan masuknya 16 siswa baru. Namun pada tahun ajaran 2017/2018 jumlah siswa baru hanya 9 anak.

“Kita sudah berusaha untuk menarik minat orang tua, memancing mereka dengan kegiatan ekstra seperti drumband. Katanya sekarang lebih baik dibanding dulu sebelum saya jadi kepala,” lanjutnya.

Murid sekolah ini tidak hanya berasal dari desa Kertijayan saja. Banyak murid yang justru berasal dari desa lain, seperti Wonoyoso, Simbang Kulon dan Simbang Wetan. Dengan jumlah murid yang sedikit, Sutanto mengakui perhatian guru terhadap setiap murid menjadi lebih besar. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *