Jateng

100 Hektar Lahan Perluasan dan Rehabilitasi Cengkeh

100 Hektar Lahan Perluasan dan Rehabilitasi Cengkeh
SOSIALISASI – Kepala Bidang Perkebunan, Ir. Romza Ernawan, M.Si mengadakan sosialisasi APBN-P 2017 khusus perkebunan cengkeh.
DOKUMEN

MAGELANG – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang mengadakan sosialisasi APBN-P 2017 khusus perkebunan cengkeh. Acara yang digelar di Balkondes Bumiharjo, Kecamatan Borobudur tersebut diikuti sekitar 40 an peserta dari penyuluh pertanian dari masing-masing kecamatan dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang mendapatkan alokasi kegiatan rehabilitas maupun pelebaran tanaman cengkeh.

Saat ditemui seusai sampaikan sosialisasi, Rabu (11/10), Kepala Bidang Perkebunan, Ir. Romza Ernawan, M.Si. menjelaskan komoditas cengkeh yang nilai ekonominya cukup tinggi, saat ini sedang dikembangkan dengan dana APBD Kabupaten Magelang dan APBN-P 2017. Cengkeh kering untuk tahun kemaren nilai ekonominya menembus 130.000 sampai 150.000. namun, selama ini kurang tersentuh dan belum tergarap secara optimal. Hal itulah yang menjadi perpijakan dalam 2 tahun terakhir ini Dinas Pertanian dan Pangan membangun secara besar-besaran mengenai perkebunan cengkeh demi mengangkat kesejahteraan petani khususnya. “Untuk perluasan tanaman cengkeh dapat 100 hektar dan rehabilitas dapat 100 hektar yang tersebar di 10 Kecamatan,” jelasnya.

Disebutkannya, tanaman cengkeh yang mana merupakan komoditas perkebunan, dianjurkannya untuk tidak ditanam di lahan-lahan kebonan yang notabe populasi tanaman padat. Sebab, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan petumbuhan tanaman cengkeh, karena terjadi persaingan dalam menyerap unsur hara maupun terhadap perolehasn sinar matahari. Apabila terjadi persaingan aka pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat.

Dalam proses fotosintetis melalui daunnya, tanaman ini memerlukan intensitas matahari penuh. Pohon cengkeh harus terhindar dari naungan-naungan yang berlebihan guna menyongkong pertumbuhan dan perkembangannya yang cukup baik. Dengan seperti itu, saat menghasilkan produksi bunga cengkeh bisa optimal, sebab apabila banyak naungan maka nantinya akan bersifat etiolase. “Jika banyak naungan maka tidak akan sempurna. Pertumbuhannya cenderung bersifat ke atas, namun untuk perkembangan menjadi terhambat,” tuturnya.

Romza berharap, produk perkebunan yang memiliki harapan potensi nilai tinggi ini. Petani-petani dan pekebun dalam menanam khususnya tanaman perkebunan dalam menanam harus sesuai dengan agroklimat yang dibutuhkan tanaman perkebunan. Sebab, setiap komoditas memiliki spesifik agroklimat yang berbeda-beda. Jangan sampai hanya sekadar ditanam, namun untuk intensifikasi pertanaman terbaikan. Hal tersebut yang bisa menjadikan faktor utama kegagalan produksi. (mgl)