Jateng

Belasan Siswa SD Keracunan Setelah Makan “Milung”

Belasan Siswa SD Keracunan Setelah Makan Milung
KERACUNAN – Petugas medis dari Puskesmas Kutasari memeriksa kondisi siswa SDN 1 Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, yang mengalami gejala keracunan setelah menyantap jajanan mie gulung, Rabu (11/10).
KOMPAS

PURBALINGGA – Sedikitnya 12 anak Sekolah Dasar 1 Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah diduga menjadi korban keracunan setelah menyantap jajanan mi gulung atau milung Rabu (11/10). Belasan siswa ini mengalami gejala pusing, mual, dan muntah setelah menyantap milung saat jam istirahat sekolah, sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala Sekolah SDN 1 Karangaren, Asih Sugiarti mengatakan, para siswa mulai menunjukkan gejala pusing dan mual selang satu jam, yakni pada pukul 10.15 WIB. Melihat anak didiknya kesakitan, guru pengampu kelas pada saat itu juga langsung membawa siswa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Awalnya ada tiga siswa yang mengeluh mual dan pusing di kelas. Tiga siswa ini terus muntah-muntah di koridor waktu mau dibawa ke UKS. Setelah itu, satu-persatu siswa di kelas lain juga mengalami gejala yang sama,” katanya.

Praktis pada saat itu juga, kegiatan sekolah terhenti karena 12 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 mengalami gejala keracunan makanan. Sekolah kemudian menghubungi Puskesmas yang langsung menurunkan tim medis ke SDN 1 Karangaren.

Kepala Puskesmas Kutasari, Dhiah Faridha Arianty mengungkapkan, pihaknya menduga gejala keracunan berasal dari milung. Ketika diwawancarai, ada satu anak yang belum makan apa pun sejak pagi. Dia hanya membeli milung kemudian mengalami muntah-muntah.

“Itu baru prediksi, kami belum berani memastikan karena untuk kepastiannya masih menunggu hasil cek sampel milung dari laboratorium,” katanya, seperti dilansir kompas.com.

Dhiah menuturkan, tidak ada siswa SDN 1 Karangaren yang mengalami gejala parah. Setelah mendapatkan perawatan dari petugas Puskesman, para siswa akhirnya diperbolehkan untuk pulang.

Temuan siswa keracunan di SDN 1 Karangaren ini menimbulkan kekhawtiran tersendiri bagi Kapolsek Kutasari, Ajun Komisaris Bambang Sidik. Pasalnya, milung atau yang lebih dikenal telur gulung merupakan jajanan murah yang biasa dijual oleh pedagang kaki lima dengan gerobak di depan sekolah saat jam istirahat.

Artinya, lanjut Bambang, ada kemungkinan korban juga jatuh di sekolah lain yang disinggahi oleh pedagang milung tersebut. Milung yang berbahan telur dan mi kuning, digulung dengan tusuk sate kemudian di goreng serta dicelupkan kedalam saos ini sangat digemari oleh para siswa.

“Kami masih mendalami kasus ini. Saat saya dan anggotanya mendatangi TKP, penjual milung itu sudah tidak ada di sekitar sekolah,” katanya.

Dia mengimbau kepada pihak sekolah di Kecamatan Kutasari untuk memberi pesan kepada orang tua agar mengawasi kondisi anaknya di rumah jika mengalami gejala keracunan. Selain itu, dia juga telah berkoordinasi dengan segenap pihak untuk melaporkan kepada petugas jika mendapati penjual milung yang dimaksud kembali ke sekolah. (kmp)