Kajen News

Sebanyak 1.292 Perempuan Resmi Jadi Janda

Pengadilan Agama Kajen
CERAI – Salah seorang perempuan mendaftar permohonan cerai di Pengadilan Agama Kajen, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Dalam Kurun 9 Bulan

Sejak awal Januari hingga September 2017, Sebanyak 1.389 perkara perceraian telah diterima Pengadilan Agama Kajen, Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah perkara yang diterima itu, 1.292 kasus sudah mencapai putusan cerai pengadilan. Itu artinya, selama sembilan bulan pertama di tahun 2017, ada 1.292 perempuan di Kota Santri menjadi janda.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kajen, Aristyawan AM mengatakan, dari total kasus yang sudah sampai putusan, terdiri dari 304 cerai talak (dari pihak laki-laki), dan 988 cerai gugat (dari pihak perempuan).

“Kasus perceraian dari tahun-ke tahun memang didominasi permintaan pihak perempuan. Tahun ini pun demikian, lebih banyak perempuan yang menggugat suaminya,” terang Wawan, sapaan akrab Aristyawan, kemarin.

Faktor perceraian paling tinggi dikarenakan adanya ketidak harmonisan yang memicu adanya perselisihan dan pertengkaran terus menerus di dalam rumah tangga. Faktor ketidak harmonisan ini menempati peringkat pertama dengan 928 kasus.

“Ada juga karena salah satu pihak meninggalkan keluarga yakni 238 perkara, dan faktor ekonomi sebanyak 83 kasus,” kata dia.

Jumlah perceraian paling banyak terjadi di Bulan Juli, yakni 304 perkara. Sedangkan paling rendah pada Bulan Juni sebanyak 62 perkara. “Ini karena Bula Juli bertepatan pas setelah Lebaran, sedangkan pada saat Ramadan, yaitu Juni, jumlah perkara masuk sedikit,” ujarnya.

Pihak Pengadilan Agama selalalu mengupayakan perdamaian terhadap kedua belah pihak sejak sidang pertama hingga pembacaan putusan pengadilan. Jika mediasi berhasil, maka perkara bisa dicabut. Di tahun 2017 ini, dari total perkara, hanya 212 kasus perceraian yang dimediasi karena kedua belah pihak datang ke persidangan. Namun sayangnya, ke-212 perkara cerai itu gagal dimediasi, dan telah mencapai putusan cerai.

“Semua perkara gagal dimediasi,” tambahnya.

Bila dibanding dengan per September tahun lalu, kasus perceraian tahun ini sementara cenderung menurun. Per September 2016, jumlah perkara cerai yang mencapai putusan pengadilan mencapai 1.330 kasus. “Di antaranya cerai gugat 1.010 kasus, dan cerai talak 320 kasus. Itu di tahun lalu. Tahun ini sedikit turun,” ungkapnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *