Metro

Cabor Diminta Cermati Bukti Penggunaan Anggaran

Pelatihan LPJ Keuangan
BERI PELATIHAN – KONI Kota Pekalongan menggelar kegiatan pelatihan penyusunan LPJ Keuangan bagi cabor dibawah KONI.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – KONI Kota Pekalongan menggelar pelatihan penyusunan LPJ Keuangan bagi seluruh cabang olahraga yang ada di bawahnya, Kamis (12/10), di Hotel Dafam.

Dalam kegiatan itu, dihadirkan narasumber dari Badan Keuangan Daerah (BKD) yakni S Moyo. Dalam paprannya, ia menekankan hal-hal yang harus dicermati cabor dalam penyusunan LPJ Keuangan yakni data pendukung dari penggunaan anggaran.

Menurut Moyo, ada dua catatan yang selalu menjadi dasar pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yakni data pendukung yang tidak lengkap, dan data pendukung yang tidak sah. “Jadi ada bukti-bukti pengeluaran yang tidak dilengkapi data pendukung atau ada data pendukung tapi tidak sah. Ini yang perlu dicermati,” tuturnya.

Ia mencontohkan untuk data pendukung yang tidak lengkap yakni kwitansi tidak ditandatangani penerima, tidak mencantumkan tanggal transaksi, tidak dilengkapi nota pembelian dengan cap stempel, tanggal dan tanda tangan. Kemudian tidak dilengkapi surat tugas, tiket kendaraan maupun struk pembelian BBM untuk perjalanan dinas. “BPK sangat teliti disini, jadi prosesnya sangat njelimet. Bahkan Rp100 saja akan dikejar oleh BPK,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga mengingatkan bahwa pencairan dana kegiatan hanya dapat dicairkan apabila laporan pertanggung jawaban dana kegiatan yang telah diterima sebelumnya telah diselesaikan dan dikirim ke KONI.

Bukan hanya tanggung jawab cabang olahraga ke KONI, namun dalam pelatihan ini juga dibahas mengenai penyusunan LPJ KONI ke pemerintah setempat. Adapun pertanggung jawaban KONI meliputi Rekapitulasi realisasi anggaran belanja, buku kas kegiatan, bukti transaksi yang benar dan sah sebagai pelengkap, dokumen-dokumen pendukung lainnya.

Sementara itu, Mochammad C Maretan dalam sambutannya mengaku bersyukur lantaran kegiatan ini direpon bagus oleh semua cabor. Sebab acara ini memang sangat penting untuk kepentingan bersama supaya terhindar dari celah hukum. Kalau LPJ keuangan bisa direalisasikan sesuai mekanisme yang ada, maka dalam menjalankan kegiatan pembinaan olahraga di Kota Pekalongan pun menjadi nyaman dan maksimal.

Sedangkan Ketua Dewan Penyantun KONI, Basri Budi Utomo Basri Budi Utomo dalam sambutannya mengharapkan agar pelatihan seperti ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh semua cabang olahraga. Pasalnya, dalam membuat LPJ, mekanisme yang diterapkan selama ini mengacu kepada prosedur yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

Untuk itu, setelah mengikuti kegiatan tersebut ia ingin agar seluruh cabor dapat menyusun LPJ keuangan seperti mekanisme yang ada, sehingga proses pembinaan olahraga dapat berjalan dengan baik dan mencapai prestasi yang ditargetkan. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *