Metro News

Warga Tolak Satu Arah di Jl Kartini

Kartini Satu Arah
ARAH – Petugas Dishub terlihat mengarahkan para pengguna jalan untuk berbelok kearah jalan Maninjau.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Terkait rencana penerapan satu arah Jalan Kartini yang sudah mulai dilangsungkan uji coba selama seminggu, ternyata menuai banyak protes dari warga lokal serta pengguna jalan. Pasalnya selain menempuh rute perjalananan yang cukup jauh dengan memutar arah menuju Jalan Dr Wahidin, kebijakan rute satu arah ini juga berimbas meredupkan perekonomian para pedagang yang menggelar lapaknya di area jalan Kartini.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu pedagang penjual pakaian Rudi Salam. Ia mengatakan bahwa penerapan jalan satu arah di area jalan Kartini merupakan kebijakan yang salah, menurutnya ini bukan kebijakan peralihan tapi ‘pengelihan’ (pemikinan,red). “Mbak bisa lihat sendiri, bagaimana kondisi pedagang di jalan ini, semuanya sepi mba. Tidak warung besar, warung kecil, bahkan market modern pada sepi, padahal biasanya pada jam makan siang dan waktu pulang sekolah dan beraktivitas sudah banyak berjajar rapi motor yang diparkir, tapi sekarang sepi,” kritik Rudi.

Kondisi seperti ini berimbas pada penurunan pendapatan para pedagang, sehingga mengancam para pedagang untuk gulung tikar. “Memang rezeqi itu memang Allah yang mengatur, hanya saja ikhtiar juga perlu dioptimalkan. Biasanya pelanggan itu banyak yang datang dari arah utara. Nah kalau sekarang ditutup kan jadinya sepi,” imbuhnya.

Senada dengan Rudi, pemilik toko Sinar Tekstil, Cici juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan imbas yang dialami tidak hanya penurunan pendapatan di toko yang ia punya, namun juga kesulitan akses memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya tidak setuju mbak jalan Kartini jadi seperti ini (satu arah,red). Saya ingin seperti dulu. Kami yang tinggal disini merasa kesulitan mendapatkan akses untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan beberapa gang-gang kecil yang ada disini ditutup, tidak boleh dilintasi selain warga kampungnya karena merasa terganggu,” terang Cici.

Kesulitan akses di jalan Kartini ternyata tidak hanya menuai protes keras dari pedagang dan warga lokal. Namun juga para siswa yang belajar dilingkungan jalan Kartini.

Setidaknya ada 7 sekolah yang mengakses jalan Kartini, yaitu MSI, SD Keputran 6, SMPN 6, SMAN 1, TK Batik, TK Masyitoh serta SD Keputran 4.

Seperti salah satu siswa SMAN 1 Pekalongan (tidak mau disebutkan namanya)mengungkapkan, ia merasa keberatan jika harus menempuh rute perjalanan yang jauh ketika pulang sekolah. “Keberatan lah saya mbak, tiap hari pulang sekolah muter ke jalan Dr Wahidin, disanapun bukan tanapa kendala. Justru karena jalan dialihkan kesana tumplek jadi satu dan macet parah kalau pulang sekolah.” para warga berharap, masa percobaan ini tidak benar terjadi. Karena kebijakan ini akan menyulitkan warga lokal serta masyarakat yang beraktivitas di jalan Kartini. (mal)

Penulis: Malekha & Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *