Batang News

Progres 4 Proyek Perlu Dipacu

Monitoring proyek
MONITORING – Kabag Dalbang A Handy Hakin didampingi salah satu Kasubbagnya, saat memantau pelaksanaan proyek akses pelabuhan, baru-baru ini.
AKHMAD SAEFUDIN

Realisasi seluruh proyek konstruksi di Kabupaten Batang dinilai masih on progress. Hanya saja, mengacu hasil monitoring Bagian Pengendalian dan Pembangunan (Dalbang) Setda Batang selama beberapa hari terakhir, ada 4 pekerjaan yang masih membutuhkan percepatan, mengingat rata-rata waktu kontrak akan berakhir antara November sampai Desember 2017.

Kabag Dalbang Setda Batang, A Handy Hakim SSos, mengungkapkan, keempat proyek itu perlu perhatian lebih dari PPKom, konsultan pengawas, dan terutama penyedia jasa agar kembali bisa on progress. Pertama, pembangunan kios sarana pedagang di DTW Pantai Jodo Kecamatan Gringsing dengan nilai kontrak Rp 478.187.000. Meski waktu pelaksanaan terhitung baru sebulan, namun progres di tahap awal menurut dia akan sangat menentukan penyelesaian akhir.

“Kontraknya sih sampai Desember, tetapi progres awalnya agak tersendat karena kendala non teknis. Tetapi dari hasil koordinasi, penyedia jasa menyatakan siap dan sanggup untuk menyelesaikan sampai Desember,” ungkapnya, Kamis (12/10).

Kedua, revitalisasi blok 3 Pasar Limpung senilai Rp 661.166.000. Ketiga, rehab gedung BPL LKMD dan rumah dinas Camat Limpung Rp 362.141.000. Keempat, proyek lanjutan pembangunan Curug Gombong, Pecalungan senilai Rp 378 juta. “Mengingat progres fisiknya belum sesuai target, kami berharap ada langkah-langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan progres. Mumpung masih ada waktu,” terang Handy.

Kecuali itu, ada satu pekerjaan milik Dishub, yakni pembangunan talud akses pelabuhan senilai Rp 1.170.000.000. Menurut Handy, proyek itu sempat terhenti karena berakhirnya waktu kontrak habis. Dalbang juga sudah memanggil Bebrayan Production selaku penyedia jasa dan dikoordinasikan bersama PPKom dan pengawas.

“Para pihak itu akhirnya menyepakati untuk melanjutkan pekerjaan dengan memberi tambahan waktu 14 hari dengan tanpa dikenakan denda. Sebab, keterlambatan itu bukan kesalahan penyedia jasa, tetapi karena pelaksanaan awal sempat terkendala aspek sosial. Intinya, saat itu masyarakat yang menempati jalur itu meminta waktu sampai lebaran untuk pindah, akhirnya waktu kontrak banyak terbuang,” jelasnya.

Pengerjaan talud sendiri mencakup sisi utara maupun selatan jalan akses pelabuhan. Proyeknya membentang sepanjang 510,31 m untuk sisi utara dan selatan 490,31 m. “Kami sangat mengapresiasi kinerja PPKom yang sangat teliti mengawal kuantitas dan kualitas pekerjaan. Mereka bahkan melakukan uji lab untuk tiap panjang 50 meter,” ucapnya.

Hingga pekan kedua Oktober, progres serapan proyek fisik secara keseluruhan sebesar 43%. Sementara serapan anggaran belanja langsung 45,53%. Angka itu hanya mengacu pada data yang masuk ke aplikasi simpelbang yang dikelola Dalbang.

“Kalau besarannya masih segitu, mungkin karena laporan dari OPD belum update data terbaru. Selain itu, OPD dan PPKom juga saat ini tengah fokus ke lapangan, oleh sebab, banyak proyek yang segera habis masa kontraknya. Yang jelas, dari hasil sampel monitoring yang kita lakukan, secara umum realisasi proyek fisik masih on progress,” pungkas Handy. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo