Batang

Target 28, Yang Lapor 44 Pecandu

BNN
DIALOG – Kepala BNNK Batang Teguh Budi Santoso bersama Kepala Kesbangpol Agung Wisnu Barata serta Kasie P2M BNNK Zaenal Arifin tengah menyimak pertanyaan peserta yang hadir, kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN

Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Sulit Diturunkan

Kasus penyalahgunaan narkoba menunjukan tren yang mengkhawatirkan. Hingga Oktober tahun ini, jumlah penyalahguna yang telah melapor ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Batang bahkan mencapai 44 orang, padahal targetnya hanya 28 pecandu.

“Satu sisi, ini positif karena kesadaran untuk melapor dan menjalani proses rehabilitasi meningkat. Tetapi di sisi lain, realisasi yang melebihi target juga bisa jadi menggambarkan tingkat penyalahgunaan narkoba yang sudah mengkhawatirkan,” ungkap Kepala BNNK Batang, Drs Teguh Budi Santoso MM, Kamis (12/10), saat kegiatan penandatanganan perjanjian kerjasama P4GN dengan kelompok masyarakat dan instansi pendidikan.

Dari data penyalahguna atau keluarga penyalahguna yang melapor ke BNNK, jelas dia, mayoritas adalah mereka yang sudah taraf kecanduan. Artinya, rata-rata obat-obatan terlarang itu telah menyerang sel sarafnya.

“Harapan kami, jika ada anggota keluarga atau teman yang jadi korban penyalahgunaan narkoba agar secepatnya dilaporkan ke kami, sehingga penanganan atau rehabilitasinya menjadi lebih mudah. Jangan menunggu kecanduan baru dilaporkan,” ucapnya.

Menurut Teguh, tren prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Pemerintah karenanya hanya berikhtiar menahan, bukan menurunkan prevalensi. “Karena untuk menurunkannya sulit. Maka kerjasama ini penting, sehingga ormas dan instansi pendidikan ada keterikatan dengan BNN. Harapannya, semua elemen masyarakat bisa berperan untuk menurunkan kasus penyalahgunaan narkoba. Caranya, mari gerakan lingkungan sekitar agar bersih dari narkoba,” terangnya.

Penandatangan kerjasama itu dihadiri sejumlah perwakilan ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Banser, Pemuda Muhammadiyah, FKPPI, LDII, serta sejumlah sekolah di Batang. BNNK juga menghadirkan Kepala Kesbangpol Batang, Agung Wisnu Barata SSos MM, untuk mengisi materi.

“Kata Pak Kiai Hasyim Muzadi, musuh Indonesia itu ada tiga, yakni terorisme, narkoba, dan korupsi. Terorisme memang berbahaya karena membunuh orang, tetapi narkoba bisa lebih berbahaya karena bisa membunuh generasi bangsa,” ujar Agung.

Dia mengapresiasi penandatanganan kerjasama BNNK dengan sejumlah ormas dan sekolah. Namun, dia berharap kerjasama itu tak berhenti sebatas formalitasnya saja, melainkan yang terpenting adalah substansinya.

“Substansinya ya aksi nyata kita semua untuk ikut mensukseskan gerakan P4GN, pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Jangan hanya menyerahkan tugas ini pada BNN, karena daya jangkau mereka terbatas, tetapi ini tanggung jawab kita bersama. Ingat, narkoba sudah merasuk ke semua lini, jangan sampai lingkungan kita ikut hancur karena barang haram ini,” tandas Agung. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Tags

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *