Metro News Uncategorized

Bripda Lukman, Sosok Polisi Muda Polres Pekalongan Kota yang Tiap Hari Mengajar Anak-Anak Mengaji

MENGAJAR MENGAJI – Anggota Sat Sabhara Polres Pekalongan Kota Bripda M Lukman Mudzakir sedang mengajari anak-anak mengaji Al Quran di Masjid Nur Hidayah di lingkungan mapolres setempat.
WAHYU HIDAYAT/RADAR PEKALONGAN

KOTA PEKALONGAN – Apa yang dilakukan salah seorang anggota Satuan Sabhara Polres Pekalongan Kota bernama Bripda Muhammad Lukman Mudzakir, patut diacungi jempol dan layak menjadi tauladan teman-temannya sesama anggota Polri.

Di sela-sela tugasnya melayani dan melindungi masyarakat sebagai polisi, ternyata Bripda Lukman, begitu ia biasa disapa, setiap hari menyempatkan diri mengajar anak-anak yang rumahnya tak jauh dari Mapolres Pekalongan Kota membaca Al Quran.

Pengajaran tata cara membaca Al Quran ini dilakukan tiap habis salat Maghrib, bertempat di Masjid Nur Hidayah yang berada di lingkungan Mapolres Pekalongan Kota.

Dalam setiap kegiatan pengajaran mengaji itu, biasa diikuti sekitar 20 anak. Anak-anak itu tampak bersemangat belajar membaca Al Quran di bawah bimbingan Bripda Lukman, sembari menunggu waktu salat Isya. Anak-anak senang bisa belajar mengaji dengan seorang polisi yang biasanya mereka takuti.

Apa yang dilakukan Bripda Lukman itu, terungkap telah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Pria yang akrab disapa Pak Lukman oleh anak-anak yang belajar mengaji kepadanya itu, tak segan-segan mendatangi anak-anak yang sedang bermain di halaman Masjid Nur Hidayah untuk mengajak belajar mengaji.

Menurut informasi dari pihak Polres Pekalongan Kota, Bripda Lukman ini pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Mutiara, Dempet, Kabupaten Demak. Prestasi yang diraih Lukman bukan hanya dalam bidang agama. Tetapi juga dalam bidang pendidikan Polri. Tercatat, polisi yang kini berusia 18 tahun itu mengenyam pendidikan Polri Diktukba di SPN Purwokerto, lulus 2017, dan merupakan lulusan termuda se-Jawa Tengah.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, membenarkan jika ada anggotanya menjadi guru mengaji anak-anak yang ada di sekitar lingkungan Mapolres.

“Ini merupakan bentuk dan tanggungjawab sebagai personel Bhayangkara. Mereka tidak hanya dituntut profesional menjalankan tugas sehari-hari, tapi harus mampu mengayomi dan melayani masyarakat. Termasuk untuk mengajar mengaji kepada anak-anak yang ada di sekitar lingkungan Mapolres,” ujarnya. (way)

 

Penulis: Wahyu Hidayat

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *