Nasional News

Vaksin MR Belum Halal

Vaksin MR Belum Halal
MENANGIS – Salah seorang siswa PAUD menangis kala disuntik vaksin MR.
MUHAMMAD BUDI/RADAR PACITAN

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dengan tegas bahwa belum ada fatwa halal untuk vaksin jenis Measles Rubella (MR). Sertifikat halal untuk vaksin tersebut pun belum pernah diterbitkan.

“Kalau ada yang bilang vaksi MR halal, Itu kebohongan,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin di kantornya kemarin (12/10).

Hasanuddin menyebut, bahwa vaksinasi dan vaksin adalah dua hal yang berbeda. Selama ini, MUI menyatakan bahwa vaksinasi wajib menggunakan vaksin yang halal. Hasan menyebut, hingga saat ini MUI belum bisa menyatakan alasan  bahwa vaksin MR tidak halal “Belum ada pengajuan dari Biofarma, kami juga belum pernah diminta untuk memeriksa (kehalalan vaksin,Red),” katanya.

Menurut Hasan, Biofarma sudah melakukan pengajuan sejak beberapa tahun lalu, namun prosesnya tidak kunjung selesai. Sehingga sertifikat halal untuk vaksinasi ini belum bisa diterbitkan. “Makanya kalau ada isu di masyarakat vaksin ini halal, itu bohong,” ungkapnya.

Menurut Hasan, pemerintah harus segera mengambil sikap dalam hal ini. Secara aturan dalam UU produk halal diamanatkan bahwa setiap produk obat-obatan termasuk vaksin harus terbuat dari baha-bahan yang halal seperti halnya vaksin bagi flu dan meningitis.

Pada dasarnya, lanjut Hasan, hukum vaksinasi adalah boleh bahkan bisa berubah menjadi wajib jika  tanpa vaksin akan menimbulkan sakit berat  bahkan kematian. Penggunaan vaksin yang berbahan haram pun diperbolehkan dalam kondisi darurat tidak ada vaksin lain yang bisa digunakan. “Contohnya vaksin meningitis untuk jemaah haji dulunya pakai yang haram, tapi setelah ditemukan vaksin yang halal, maka yang haram dilarang,” kata hasan.

Bahkan, kondisi daruratnya pun harus melalui keputusan dari MUI dan dikonsultasikan pada Kemenkes. Jika dilaporkan tidak ada lagi yang halal yang dapat diguakan, maka yang haram sudah boleh digunakan. “Yang saya sesalkan adanya ancaman-ancaman, sebagai muslim berhak untuk tidak memasukkan sesuatu yang haram ke tubuh ana-anak mereka,” pungkas Hasanuddin.(tau)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *