Kajen Pendidikan

Gerakan Kamis Literasi SDN 08 Kedungwuni

SDN 08 Kedungwuni
BELAJAR – Siswa SDN 08 Kedungwuni tengah mengikuti program pembelajaran di dalam kelas.
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

KEDUNGWUNI – Sejak 2015 SDN 08 Kedungwuni telah menerapkan program gerakan literasi yang diselenggarakan setiap hari Kamis. Program ini untuk membangkitkan minat baca siswa, karena membaca merupakan kunci belajar.

Demikian disampaikan Kepala SDN 08 Kedungwuni, Muhammad Abduh, kepada Radar (12/10). “Setiap hari kamis kita literasi. Sebelum pembelajaran dimulai, setiap anak diharuskan membaca. Karena kuncinya memang membaca. Belajar matematika tanpa bisa membaca ya akan kesulitan,” tuturnya.

Dijelaskan, gerakan literasi ini dilakukan di kelas masing-masing. Sekolah telah membuat Pojok Buku, sebuah tempat yang secara khusus dibuat untuk meletakkan buku-buku. Setiap anak bebas memilih buku yang ia suka di pojok buku. Buku-buku tersebut berasal dari perpustakaan. Setelah satu bulan, buku setiap kelas akan digilir.

“Untuk kelas 1 dan 2 kita khususkan buku yang lebih banyak gambar dari pada tulisan. Alhamdulillah koleksi buku kami sudah ribuan, jadi cukuplah untuk dibaca siswa yang hanya berjumlah 108 ini,” tambahnya.

Pak Abduh, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi evaluasi bagi siswa apakah ia benar-benar sudah pandai membaca. Guru akan mengarahkan dan mengawasi bacaan setiap anak. Program ini mulai diterapkan ketika Pak Abduh menjabat sebagai kepala sekolah. Dengan adanya program ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada anak-anak untuk rajin membaca.

Selain Gerakan Kamis Literasi, kepala sekolah yang berdomisili di Pekajangan ini juga berencana untuk membuat “Baca Zone”, sebuah tempat di luar kelas yang dikhususkan untuk area membaca. Program ini akan diwujudkan karena SDN 08 Kedungwuni telah menerapkan kurikulum 2013 mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sayangnya, keterbatasan dana menjadi salah satu penyebab program ini belum terealisasi.

“Sebenarnya banyak program yang sudah kita rancang, tetapi dananya belum ada. Sekarang ini kita masih fokus untuk pengembangan ekstrakulikuler drumbrand. Ke depannya, kita ingin merealisasikan program yang lain juga, termasuk baca zone itu. Ya mudah-mudahan terealisasi,” pungkasnya. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *