Nasional

Indonesia-Laos Janji Bantu Rohingya

BOGOR – Dukungan untuk menyelesaikan masalah Rohingya muncul dalam pertemuan Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith, kemarin (12/10). Mereka sepakat untuk saling membantu dalam penyelesaian perkara di Rakhine State itu.

Pertemuan Jokowi dan PM Thongloun itu bertepatan dengan 60 tahun hubungan bilateral dua negara. Selain itu, pada tahun ini juga peringatan 50 tahun ASEAN. Sebagai negara anggota mereka juga ingin berkontribusi untuk membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

“Dalam pertemuan tadi kita telah membahas isu ASEAN dan kawasan. Kita telah sepakat membantu penyelesaian permasalahan di Rakhine State Myanmar,” kata Jokowi pada pertemuan bilateral di Istana Bogor itu. Hadir dalam pertemuan itu sejumlah menteri kabinet Kerja.

Sayang tidak diperinci dukungan apa saja yang akan diberikan. Pertemuan itu lebih banyak membahas kerja sama dua negara dalam ekonomi. Indonesia dan Laos ingin memperkuat perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, serta sosial budaya. PM Thongloun datang ke Indonesia membawa sedikitnya 33 pebisnis dari Laos.

“Merupakan hal istimewa bagi PM Thongloun Sisoulith juga telah mengunjungi Trade Expo Indonesia 2017,” ujar Jokowi.

Data neraca perdagangan Indonesia-Laos menyebutkan total nilai perdagangan dua negara mencapai USD 10 juta pada 2016. Sedangkan hingga Juli 2017 tercatat berkisar USD 6,3 juta. Ekspor Indonesia ke Laos mencapai USD 2 juta. Sedangkan impornya mencapai USD 4,3 juta. Jadi sampai Juli masih minus USD 2,28 juta.

Jokowi menuturkan masih banyak sektor yang bisa dikembangkan dalam kerja sama dua negara. yakni sektor energi, pertambangan, dan pertanian. Investor Indonesia sendiri disebutnya sangat tertarik menanamkan modal di bidang pupuk dan pertambangan.

“Selain itu, industri strategis Indonesia juga siap menyediakan produk-produk yang berkualitas seperti pesawat dan alat utama sistem pertahanan sesuai dengan yang diperlukan Laos,” tutur dia.

Sementara itu, PM Laos Thongloun menyampaikan terima kasih kepada Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia negaranya. Selain itu, juga atas dukungan kepemimpinan Laos di ASEAN pada 2016 lalu.

“Saya juga sudah menyampaikan undangan dari Presiden Laos kepada Yang Mulia Presiden Joko Widodo untuk dapat mengunjungi Laos dalam kunjungan resmi di waktu yang sesuai dengan Bapak Presiden,” ujarnya. (jun)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *