Jateng

Kepala Rutan Ungkap Penyelundupan Narkoba

BLORA – Vonis 13 tahun penjara nampaknya tidak membuat jera narapidana berinisial TM, 33. Tahanan kasus narkoba ini malah bikin ulah. Dia diduga menyelundupkan barang haram tersebut ke Rutan Kelas II B Blora.

Untung saja petugas bisa mengendusnya. Sabu seberat 5 gram siap edar pun bisa diamankan. Barang haram itu disimpan di dalam bungkus rokok menggunakan plastik klip yang ditemukan di dalam kamar mandi.

Kepala Rutan Kelas II B Blora, Yoga Aditya mengaku, barang haram tersebut ditemukan saat petugas melakukan penggeledahan di ruang tahanan bersama petugas Satnarkoba Polres Blora. “Awalnya kami curiga dengan gelagat aneh si napi. Sehingga kami merasa perlu melakukan penggeledahan bersama Satnarkoba Polres Blora. Begitu terbukti menyimpan sabu di kamar mandi, langsung kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian,” terangnya.

Tujuan penggeledahan tersebut, untuk memutus mata rantai narkoba yang masuk ataupun yang dikendalikan dari penjara. Selanjutnya, pihak rutan akan melakukan pengembangan kasus terkait ada atau tidaknya petugas rutan yang ikut bermain.

“Saya akui kecolongan. Kenapa narkoba bisa masuk dalam rutan Blora. Semua kami serahkan pihak Polres Blora. Saya juga akan lakukan rapat analisa dan evaluasi terkait kejadian ini,” tegsanya.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan menjelaskan, penangkapan kasus penyimpanan sabu di rutan ini berawal dari adanya informasi dari pihak rutan yang melaporkan kepada pihaknya bahwa ada kecurigaan terhadap salah satu napi.

“Setelah mendapatkan informasi itu, kami langsung meluncur ke TKP untuk menggeledah dan menangkap kembali napi tersebut. Hasilnya, kami amankan 5 gram sabu-sabu siap edar,” ucap AKP Suparlan.

Untuk memastikan tidak ada penyimpanan sabu di ruang tahanan lainnya, akhirnya seluruh ruang tahanan ikut digeledah petugas gabungan dari rutan dan Sat Res Narkoba Polres Blora. Selain digeledah, mereka juga mengikuti tes urine.

“Usai penggeledahan, barang bukti sabu langsung kami amankan. Kemudian melakukan kordinasi dengan kepala Rutan Blora untuk membawa napi TM kembali guna menjalani proses pemeriksaan. Kami ingin jaringan pemasok sabu bisa diungkap dan diputus mata rantainya,” tegasnya.

Dengan penemuan ini, dia memastikan masa hukuman naspi tersebut akan bertambah lama. Sebab, si napi tetap melakukan transaksi narkoba jenis sabu-sabu ketika menjalani masa tahanan di rutan.

Untuk diketahui, TM sebelumnya ditangkap Tim Cobra Polresta Blora di sebuah hotel Kecamatan Cepu. Saat ini TM masih menjalani masa vonis hukuman pidana 13 tahun. (sub)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *