Batang Featured

Melihat Sosok Inspiratif Anggota Satlantas Batang, Bripka Tekad Andri P

*Tiap Sabtu Berbagi Sarapan Gratis

Tak perlu menunggu kaya untuk bisa berbagi dengan orang lain. Yang penting bisa berbagi kebahagiaan dengan sesama. Inilah yang menjadi semangat Anggota Satlantas Batang, Bripka Tekad Andri P yang tiap Sabtu membagikan sarapan gratis untuk orang-orang di sekitar rumahnya. Seperti apa? NOVIA ROCHMAWATI – Batang

Melihat Sosok Inspiratif Anggota Satlantas Batang, Bripka Tekad Andri P
BAGIKAN – Anggota Satlantas Polres Batang, Bripka Tekad Andri P saat membagikan sarapan gratis untuk masyarakat sekitar tempat tinggalnya, di Jalan A Yani Batang tiap Sabtu Pagi.
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

Meski libur, Bripka Tekad Andri Purwanto (35) sudah terbiasa bangun di Sabtu Pagi. Pasalnya sudah lima minggu ini, ia dan keluarganya punya agenda rutin tiap Sabtu Pagi. Membagikan sarapan gratis untuk masyarakat sekitar rumahnya yang ada di jalan A Yani Batang.

Pukul 2 pagi, biasanya ia sudah membantu istrinya, memasak di dapur. Tak hanya berdua, mereka juga dibantu sanak saudaranya, menyiapkan sekitar 250 porsi sarapan. Mulai dari nasi, lauk pauk dan sayuran, buah, minuman, dan juga jajanan pasar.

Tak jarang, masyarakat sekitar, seperti tukang sapu dan tukang becak sudah menanti sembari menikmati suasana pagi dan berbincang satu sama lain. Tepat pukul 07.30 WIB biasanya makanan tersebut sudah tersusun rapi di depan rumahnya yang juga berjajaran dengan usaha toko ban yang ia miliki. Acara sarapan gratis tersebut pun langsung dimulai dengan penuh kerahatan masyarakat sekitar.

Diwawancarai di sela-sela kesibukannya, polisi asal Sragen ini memang berniat ingin berbagi dengan sesamanya. Mengingat ia juga awalnya berada dalam posisi sulit. Sebelum ia menjadi abdi negara, ia sempat menjadi pengamen, tukang becak dan sempat juga menjadi tukang bengkel AC sewaktu merantau di Semarang.

“Saya menyisihkan setengah dari keuntungan penjualan di toko ban saya untuk kegiatan ini. Karena saya dulu pernah merasakan apa yang mereka rasakan. Saya juga pernah berada di posisi mereka dan saya ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka,” terangnya.

Awalnya di suatu dini hari ia tengah berdiskusi dan bersantai di depan rumahnya dengan istrinya. Mereka berembug untuk mengadakan undian motor kepada para pelanggan setianya di toko ban. Namun di tengah diskusi hangat tersebut, mereka melihat seorang pemulung yang melewati rumah mereka. Masih bekerja di waktu yang sudah dini hari tersebut. Karenanya, mereka terketuk untuk membagikan sarapan gratis tiap Sabtu pagi.

“Memang pas membagi selebaran tersebut tidak ada keterangan siapa yang boleh hadir. Jadi masyarakat dari berbagai kalangan kadang hadir. Tapi memang banyak didominasi tukang becak, tukang sapu dan lainnya. Kadang ada siswa SMP yang nyantri di sekitar Batang juga hadir, cuma mereka datangnya agak siangan jadi sudah tidak lengkap,” imbuh lelaki asal Sragen ini.

Jika keuntungan tokonya berlebih, tak jarang ia memberikan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebelumnya juga ia rutin membagikan sembako sebulan sekali kepada orang yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, banyak pula rekan sesama polisi juga ikut berbagi bersama saya nanti di acara minggu depan. Saya berusaha ingin berbagi bersama dengan yang lainnya. Saya percaya rezeki sudah ada yang mengatur,” tandas ayah dua anak ini. (nov)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo 

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *